Ormas Islam Respons Promo Holywings Miras untuk Muhammad-Maria

Reporter: Farid Nurhakim - 24 Jun 2022 15:35 WIB
Dibaca Normal 2 menit
MUI menyebut promo Holywings tersebut melukai hati umat Islam sementara GP Anshor berencana konvoi mendatangi sejumlah outlet Holywings malam ini.
tirto.id - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Abbas menilai promosi minuman alkohol gratis setiap hari Kamis untuk mereka yang bernama Muhammad dan Maria merupakan perbuatan yang melukai umat Islam.

“Perbuatan yang bersangkutan sangat melukai hati umat islam. Tapi yang bersangkutan sudah minta maaf, ya sudah,” kata dia kepada Tirto, Jumat (24/6/2022).

Menurut KH Anwar Abbas, hal ini sangat menyinggung hati dari umat Islam, karena nama Muhammad itu adalah nama nabi dan sosok yang sangat dihormati oleh umat Islam, di mana beliau telah melarang umatnya untuk meminum alkohol dan atau minuman keras. Akan tetapi, Holywings Indonesia malah memberi hadiah dan menggratiskan satu botol alkohol bagi calon konsumen yang memiliki nama muhammad.

Dia menuturkan, mungkin ada yang berkilah bahwa mereka tidak menghina Nabi Muhammad SAW dan orang yang beragama Islam. Serta mereka hanya ingin memberi kehormatan dan hadiah kepada orang yang bernama Muhammad.

“Pertanyaannya, dari ribuan nama yang ada yang mungkin bisa mereka pilih dan kasih hadiah, mengapa nama Muhammad yang mereka pilih? Apakah mereka tidak tahu nama itu adalah nama yang sangat dihormati oleh umat Islam? Bukankah tindakan dan perbuatan tersebut mereka lakukan tidak merupakan sebuah unsur kesengajaan bagi merusak nama agama Islam dan umatnya?” tanya KH Anwar Abbas bertubi-tubi melalui keterangan tertulis yang diterima Tirto siang ini.

Dia melihat bahwa hal ini sangat tendensius dan berpotensi memancing kekeruhan dan kemarahan umat Islam. Tetapi, karena yang bersangkutan sudah minta maaf, ya sudah. Meskipun demikian, perbuatan dan tindakan-tindakan tersebut tentu menyisakan pertanyaan.

Pertanyaan pertama, kata KH Anwar Abbas, mengapa akhir- akhir ini sering sekali muncul tindakan dan perilaku yang mendiskreditkan agama Islam dan umatnya. Kedua, mengapa pihak keamanan responsnya kesannya kok biasa-biasa saja. Ketiga, apa sebenarnya yang terjadi di balik ini semua.

“Terus terang saya tidak tahu. Yang saya tahu kesabaran seseorang atau sekelompok orang itu ada batasnya. Dan bila batas itu dilewati, maka tidak mustahil hal-hal yang tidak kita inginkan bisa terjadi dan hal demikian tentu saja tidak kita harapkan,” sambung dia.

GP Ansor Akan Konvoi ke Outlet Holywings


Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor DKI Jakarta, M. Sufyan Hadi mengungkapkan bahwa malam ini kader-kader Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) DKI Jakarta akan melakukan konvoi ke sejumlah outlet Holywings Indonesia. Selain malam ini, konvoi tersebut akan dilakukan lagi pada besok malam, Sabtu (25/6/2022).

“Malam ini kami akan konvoi bersama Kader Ansor [dan] Banser DKI Jakarta. Atas intruksi ketua pimpinan wilayah GP Ansor DKI Jakarta. Ke beberapa titik yang sudah menjadi hasil konsolidasi dengan kader-kader Ansor dan Banser DKI Jakarta,” ungkap dia kepada Tirto saat dikonfirmasi, Jumat (24/6/2022) siang.

Sufyan menuturkan, siang menjelang sore ini mereka akan memastikan 100 persen persiapan untuk konvoi malam nanti. Tujuan dari konvoi ini adalah untuk memastikan bahwa kejadian ini tidak terulang kembali.

“Sebenarnya kami sangat sayangkan hal ini terjadi dan masih menjadi viral di seluruh negeri dan yang perlu diketahui bahwa setiap orang tua memberikan nama Muhammad dan Maria pasti motivasinya spritual dan moral,” ujar dia.

Sufyan juga berharap tidak ada tempat hiburan atau lembaga yang melakukan hal tersebut.

“Konvoi ini dibagi menjadi dua malam yakni malam Sabtu dan Malam Minggu Insya Allah. Tujuannya ingin memastikan kajadian tidak terulang kembali. Harapannya tidak ada lembaga atau tempat hiburan melakukan hal tersebut,” kata dia.


Baca juga artikel terkait HOLYWINGS INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Farid Nurhakim
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Restu Diantina Putri

DarkLight