tirto.id - Polda Sumatra Selatan (Sumsel) mencatat lonjakan tajam pelanggaran lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026. Penindakan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mobile dilaporkan meroket hingga 658 persen, beriringan dengan naiknya angka kecelakaan menjadi 129 kasus akibat tingginya mobilitas masyarakat pada periode mudik tahun ini.
"Penindakan melalui ETLE mobile meningkat 658 persen, sementara tilang manual turun drastis hingga 98,9 persen, menandakan pergeseran menuju penegakan hukum yang lebih modern, transparan, dan akuntabel," ucap Kapolda Sumsel, Irjen Sandi Nugroho, dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3/2026).
Sandi bilang, peningkatan mobilitas masyarakat juga berdampak pada naiknya angka kecelakaan lalu lintas. Oleh sebab itu, kondisi ini akan menjadi salah satu evaluasi ke depannya.
"Jumlah kejadian kecelakaan tercatat meningkat dari 80 menjadi 129 kasus, yang menjadi perhatian serius untuk evaluasi ke depan," tutur dia.
Sandi mengemukakan, selama periode 13 hingga 25 Maret 2026, jajarannya telah melakukan kegiatan preemtif dan preventif sebanyak 30.956. Jumlah itu meningkat 12,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Sandi, peningkatan signifikan juga terjadi pada kegiatan preventif yang naik 30,4 persen. Hal ini menunjukkan penguatan kehadiran personel di lapangan dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas dan kecelakaan lalu lintas.
"Dari sisi transportasi, seluruh moda mengalami pertumbuhan. Penumpang bandar udara meningkat 38 persen menjadi 178.522 orang, sementara terminal bus tumbuh 43 persen menjadi 70.301 penumpang," kata Sandi.
Lebih lanjut Sandi menyampaikan, pada moda kereta api juga meningkat 17,4 persen. Data ini menunjukkan tren positif kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik.
Ditambahkan Sandi, untuk arus kendaraan di jalan tol mencapai 459.476 kendaraan dengan pertumbuhan pada sejumlah ruas strategis seperti Tol Terpeka dan Indralaya–Prabumulih. Dia menegaskan, capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel selama operasi berlangsung.
“Selama 13 hari, seluruh personel bekerja tanpa henti. Capaian ini adalah hasil dedikasi bersama, namun peningkatan angka kecelakaan menjadi perhatian yang harus kami jawab dengan langkah yang lebih baik ke depan,” ungkap dia.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu’min Wijaya menambahkan, transparansi data ini merupakan bentuk akuntabilitas kepada masyarakat. Keberhasilan Operasi Ketupat Musi 2026, kata dia, juga didukung sinergi lintas sektor dengan melibatkan ribuan personel gabungan dari TNI, pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait.
“Kami menyampaikan data ini secara terbuka. Ada capaian yang meningkat dan ada yang menjadi evaluasi. Ini bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































