tirto.id - Satreskrim Polrestabes Palembang menangkap pelaku pemerkosaan terhadap bocah perempuan berinisial P (12).
Pelaku pria berinisial DA (23) ditangkap di kontrakannya di Pulokerto, Gandus Palembang, Senin (11/5/2026) malam. Saat penangkapan, DA berusaha melarikan diri sehingga polisi menembak kedua kaki pelaku yang berprofesi pengemudi ojek online (ojol) itu.
Polisi menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara, seperti satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih, jaket ojol, dan helm yang digunakan pelaku saat beraktivitas.
Kasatreskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana mengungkapkan, penangkapan dilakukan setelah penyidik mendapatkan petunjuk awal dari olah TKP, pemeriksaan rekaman CCTV, keterangan saksi dan korban. Polisi bergerak menuju lokasi keberadaan pelaku hingga ditangkap.
"Tersangka sudah kita tangkap tadi malam," ungkap Kasatreskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana, Selasa (12/4/2026).
Dari pemeriksaan awal, tersangka tanpa sengaja menemui korban yang sedang jalan kaki bersama temannya. Tersangka lantas menawarkan tumpangan kepada korban menumpang motornya hingga terjadilah perkosaan di area semak-semak.
"Tersangka mengajak korban secara paksa meski korban sudah berupaya melawan," kata Musa.
Atas perbuatannya, tersangka DA dijerat Pasal 473 Ayat (7) KUHP tentang perkosaan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun. Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka untuk pendalaman tindak pidana lain yang dilakukannya.
"Tersangka masih diperiksa mendalam apakah perbuatan serupa sebelumnya pernah ia lakukan atau tidak," kata Musa.
Diberitakan sebelumnya, nasib malang dialami seorang bocah perempuan inisial P (12) setelah menjadi korban perkosaan yang dilakukan pria beratribut ojek online. Perkosaan bermula bermula saat korban dan temannya jalan kaki untuk menonton tari India tak jauh dari rumahnya di Jalan Lettu Kadir Karim, Gandus, Palembang, Minggu (3/5) malam.
Kemudian, pelaku mengendarai sepeda motor dan memakai jaket ojol menghampiri dengan menawarkan tumpangan. Korban dan saksi menolak dengan cara terus jalan. Namun pelaku malah menarik korban secara paksa dan membawanya pakai motor.
Melihat itu, saksi mengurungkan niatnya untuk menonton dan memilih pulang. Dia kemudian memberitahu orangtua korban atas peristiwa yang baru saja mereka alami.
Tak ingin terjadi apa-apa dengan anaknya, keluarga langsung mencari keberadaan korban bersama warga setempat. Setelah puas menyusuri jalanan dan lorong-lorong, keluarga akhurnya menemukan korban terkapar di tempat dan sepi.
Saat ditemukan, kondisi korban sangat mengkhawatirkan. Keluarga makin panik mendengar pengakuan korban bahwa dia baru saja mengalami perkosaan oleh pria tak dikenal.
Keluarga bersama korban melapor ke Polrestabes Palembang pada malam itu juga. Melihat kondisinya tak stabil, polisi membawa siswi SD itu ke rumah sakit untuk perawatan.
Korban mengalami pendarahan hebat akibat perkosaan. Dia harus menjalani tindakan operasi di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.
Penulis: Irwanto
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































