tirto.id - Nilai tukar rupiah alami pelemahan ke level Rp16.957 per dolar AS pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (21/1/2026) pukul 09.00 WIB. Berdasarkan data Bloomberg pada pagi ini, rupiah melemah sebesar 0,01 persen dari level Rp16.956 pada penutupan hari sebelumnya Selasa (20/1/2026).
Sementara itu, pergerakan mata uang kawasan Asia terpantau bervariasi pada perdagangan pagi ini.
Yen Jepang (JPY), terpantau menguat 0,12 persen, dolar Hongkong (HKD) menguat 0,02 persen, dolar Singapura (SGD) menguat 0,02 persen, dolar Taiwan (TWD) melemah 0,06 persen, dan Won Korea (KRW) menguat 0,52 persen.
Sedangkan, Peso Filipina (PHP) menguat 0,22 persen, Rupee India (INR) melemah 0,07 persen, Yen Cina (CNY) melemah 0,05 persen, Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,04 persen, dan Bath Thailand (THB) menguat 0,44 persen.
Di sisi lain, mata uang negara-negara Eropa juga terpantau bervariasi terhadap dolar. Euro (EUR), terpantau mengalami peningkatan 0,03 persen, Pound Sterling (GBP) melemah 0,08 persen, Franc Swiss (CHF) menguat 0,01 persen, Krona Swedia (SEK) menguat 0,10 persen, Kron Denmark (DKK) menguat 0,04 persen.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai terdapat keanehan di balik pelemahan nilai tukar rupiah belakangan ini. Pasalnya, di saat bersamaan, indeks harga saham gabungan justru dalam tren bullish.
“Pasar modal sekarang naik. Pasar modal enggak mungkin naik kalau investor asing enggak masuk ke sini. Artinya, kalau dilihat dari suplai dolar, seharusnya enggak kekurangan,” ujarnya di Kementerian Keuangan, Selasa (20/1/2026).
Namun, Purbaya mengaku tidak dapat menjelaskan secara rinci penyebab pelemahan rupiah tersebut. Da meminta Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter untuk memberikan penjelasan.
“Soal itu, Anda harus tanya bank sentral karena saya enggak tahu,” ujarnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id





































