tirto.id - Kementerian Perhubungan mencatat arus mudik libur Natal 2025 mengalami lonjakan signifikan pada angkutan kapal penyeberangan, di tengah penurunan pengguna bus dan meningkatnya volume kendaraan pribadi.
Meski demikian, pemerintah memastikan pergerakan transportasi darat selama Natal berjalan aman, terkendali, dan relatif lebih cepat dibanding tahun sebelumnya.
Sejak H-7 hingga H+1 Natal atau hingga 26 Desember 2025, pemerintah menilai kinerja lalu lintas menunjukkan perbaikan signifikan, khususnya pada rute Jakarta–Semarang dan sebaliknya.
“Selain itu, yang perlu diapresiasi lanjutnya ialah adanya peningkatan kecepatan rata-rata kumulatif perjalanan Jakarta - Semarang sebesar 0,67% terhadap Nataru tahun sebelumnya yang semula 83,45 Km/Jam menjadi 84,02 Km/Jam. Percepatan waktu tempuh rata-rata kumulatif lebih cepat -0,83% terhadap Nataru tahun sebelumnya yang semula 5 jam 13 menit menjadi 5 jam 10 menit,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, dalam keterangannya, Minggu (28/12/2025).
Peningkatan lebih besar tercatat pada rute Semarang–Jakarta. Kecepatan rata-rata kumulatif perjalanan naik 5,3 persen dari 80,86 kilometer per jam menjadi 85,14 kilometer per jam. Waktu tempuh juga membaik signifikan.
“Untuk jalur sebaliknya yakni Semarang - Jakarta juga terdapat peningkatan kecepatan rata-rata kumulatif. Naik 5,3% terhadap Nataru tahun sebelumnya yang semula 80,86 Km/Jam menjadi 85,14 Km/Jam. Perbaikan waktu tempuh rata-rata kumulatif lebih cepat -5,2% terhadap Nataru tahun lalu yang semula 5 jam 23 menit menjadi 5 jam 6 menit,” kata Aan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mencatat, sejak H-7 hingga H+1 Natal atau sampai 26 Desember 2025, sebanyak 1.731.248 orang menggunakan angkutan penyeberangan. Jumlah ini meningkat 24,11 persen dibandingkan periode Natal tahun lalu.
Sementara itu, pengguna angkutan umum bus tercatat 1.519.397 orang, turun 6,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada puncak H+1 Natal 2025, jumlah penumpang penyeberangan mencapai 188.720 orang atau meningkat 27,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sebaliknya, jumlah penumpang bus tercatat 164.164 orang atau turun 13,53 persen.
“Pada H+1 libur Natal 2025 diperoleh data sebanyak 188.720 orang yang menggunakan angkutan penyeberangan, meningkat 27,01% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan sebanyak 164.164 orang yang bepergian dengan moda bus, menurun 13,53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Aan.
Dari sisi kendaraan pribadi, arus keluar Jakarta melalui jalan tol hingga 26 Desember 2025 mencapai 1.582.977 unit atau naik 8,12 persen dibandingkan Natal tahun lalu.
Sementara kendaraan yang masuk Jakarta tercatat 1.488.424 unit, meningkat 3,84 persen.
Kenaikan juga terjadi di jalur arteri. Selama sembilan hari penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), sebanyak 4.768.603 unit kendaraan keluar Jabodetabek atau naik 17,14 persen.
Adapun kendaraan yang masuk Jabodetabek mencapai 4.292.160 unit, meningkat 12,55 persen.
Aan mengingatkan seluruh petugas gabungan untuk tetap konsisten memberikan pelayanan terbaik serta meminta masyarakat mengutamakan keselamatan, khususnya di tengah cuaca ekstrem.
“Di tengah kondisi cuaca ekstrem, kami juga berharap semua lapisan masyarakat dapat memaklumi apabila ada penundaan perjalanan karena itu dilakukan untuk mengutamakan keselamatan seluruh penumpang. Yang tidak kalah penting mohon terus mengecek informasi mengenai cuaca terkini dari BMKG sebagai pertimbangan perjalanan,” pungkasnya.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fahreza Rizky
Masuk tirto.id






























