tirto.id -
Enden, jemaah haji asal Jakarta Utara, mengaku senang bisa mengikuti rangkaian puncak haji di Armuzna. Ia menilai pelayanan haji tahun ini sangat memuaskan.
"Sudah selesai dengan nikmat sekali dalam tiga hari ini, Alhamdilillah semua pelayanan baik walaupun kita paling jauh tempatnya tapi nikmati saja, cuma it's okay semua crew-crew oke semua, selalu senyum, selalu support, makanan oke semua," ucap dia di Mina, Minggu (8/6/2025).
Di tempat yang sama, Hamim Tohari, jemaah haji asal Lumajang, Jawa Timur, mengaku puas bisa menuntaskan rangkaian Armuzna. Ia begitu menikmati tahap demi tahap peribadatan meskipun harus berjalan kaki berkilo-kilometer dari Muzdalifah ke Mina lalu ke Jamarat.
"Alhamdulillah kita sangat puas perjalanan haji ini bisa menikmati dari tahap ke tahap bahkan di Muzdalifah kita menikmati bermalam di sana lalu jalan kaki ke Mina, luar biasa," tutur dia.
Sementara itu, Kasatops Armuzna, Kolonel Harun Arrasyid, mengatakan, jemaah yang telah menuntaskan jumrah hari ini masuk golongan akan diberangkatkan dari Mina menuju Kota Makkah.
"Kami pantau tadi yang pergerakan pertama itu di 07.15 Waktu Arab Saudi, sudah bergerak kendaraan menuju ke Makkah," kata Harun.
Perwira TNI Angkatan Laut ini menjelaskan, pergerakan jemaah Nafar Awal terbagi dalam tiga gelombang: pagi, siang dan sore. Jemaah yang masih menunggu keberangkatan bus diimbau tidak keluar tenda lantaran cuaca sangat ekstrem.
Bagi jemaah Nafar Tsani atau yang meninggalkan Mina menuju Makkah pada esok hari, akan diberangkatkan dalam tiga gelombang, sama seperti jemaah Nafar Awal.
Terkait barang-barang jemaah yang tertinggal di Mina, pihaknya akan melakukan penyisiran. Seluruh barang itu akan dievakuasi ke dalam satu bus untuk diserahkan kembali ke jemaah di Kota Makkah.
"Nanti didistribusikan ke sektor-sektor, kita umumkan di grup-grup dan juga kita akan panggil nanti linjam sektor untuk bisa mengakomodir barang jemah yang ada, nanti diberikan kepada jemaah," imbuh dia.
Sebagai informasi, jemaah haji telah melakukan lempar jumrah sejak Jumat, 6 Juni atau 10 Zulhijah. Lempar jumrah dilanjutkan pada hari tasyrik, yakni 11, 12 dan 13 Zulhijah atau 7, 8 dan 9 Juni.
Bagi jemaah yang melakukan Nafar Awal, maka harus meninggalkan Mina sebelum 12 Zulhijah malam. Jika masih berada di Mina pada 12 Zulhijah malam, maka jemaah dapat melanjutkan lempar jumrah 13 Zulhijah dan mengikuti Nafar Tsani.
Setelah lempar jumrah selesai, jemaah haji masih harus melakukan tawaf ifadah, sai dan tahalul akhir. Setelah itu, barulah jemaah terlepas dari seluruh larangan ihram.
Penulis: Fahreza Rizky
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id































