Menuju konten utama

Misteri Identitas Banksy, Benarkah Namanya Robin Gunningham?

Benarkah identitas seniman Banksy sudah terungkap? Berikut ini hasil investigasi identitas Banksy, seorang seniman anonim asal Inggris.

Misteri Identitas Banksy, Benarkah Namanya Robin Gunningham?
Grafiti Banksy memprotes penangkapan Zehra Dogan. AP Photo/Frank Franklin
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Seniman asal Inggris bernama Banksy yang selama ini dikenal anonim belakangan muncul dugaan jika identitas sebenarnya telah terungkap. Dua nama laki-laki Inggris diyakini kuat salah satunya sebagai Banksy.

Misteri sosok di balik nama Banksy ini sebenarnya telah lama menjadi salah satu teka teki publik Inggris. Sejak 1990-an ketika ia mulai dikenal sebagai seniman grafiti di Bristol, Inggris, tidak seorang pun yang tahu siapa sebenarnya Banksy.

Banksy adalah Robin Gunningham?

Beberapa laporan investigasi yang dipublikasikan media internasional pada Maret 2026 menyatakan bahwa identitas sang seniman jalanan misterius Banksy kemungkinan besar adalah Robin Gunningham, seorang pria asal Bristol, Inggris, yang diduga mengganti namanya menjadi David Jones pada sekitar 2008 sebagai upaya untuk mempertahankan anonimitasnya.

Investigasi ini dipicu oleh kemunculan mural Banksy di Horenka, Ukraina, pada 2022, di mana dokumentasi perjalanan menunjukkan bahwa pada 28 Oktober 2022, seorang bernama David Jones melintasi perbatasan Ukraina di lokasi yang sama dengan fotografer Giles Duley dan musisi Robert Del Naja, frontman band Massive Attack yang lama dikaitkan dengan Banksy.

Menariknya, tanggal lahir yang tercantum di paspor David Jones tersebut sama dengan tanggal lahir yang selama ini dikaitkan dengan Robin Gunningham dalam catatan publik.

Selanjutnya, catatan perjalanan juga menunjukkan bahwa David Jones meninggalkan Ukraina pada 2 November 2022, bersamaan dengan Del Naja, yang menambah bukti bahwa nama tersebut digunakan oleh sosok yang berperan dalam karya mural di sana.

Laporan tersebut mengklaim ini sebagai bukti lebih kuat bahwa Banksy adalah Gunningham yang berubah nama, meskipun perwakilan Banksy dan pengacara resmi menolak atau meragukan akurasi temuan ini, menekankan pentingnya anonimitas untuk keselamatan dan kebebasan berekspresi seniman tersebut.

"Tidak menerima bahwa banyak detail yang terkandung dalam penyelidikan Anda adalah benar," ujar pengacara Banksy yang sudah lama mendampinginya, Mark Stephens dikutip Reuters, Jumat(13/3/2026).

Selain itu, laporan ini juga menyatakan bahwa Robert Del Naja bukanlah Banksy sendiri tetapi merupakan teman dekat dan terkadang kolaborator dalam beberapa proyek mural, sedangkan teori lama yang mengaitkan Del Naja sebagai Banksy sendiri semakin dipandang tidak akurat oleh banyak analis.

Walaupun demikian, hingga kini Banksy belum secara resmi memastikan identitasnya, dan spekulasi tetap berlanjut di dunia seni dan media internasional.

Siapa Banksy?

Banksy adalah seorang seniman jalanan, aktivis politik, dan sutradara film asal Inggris yang terkenal karena identitasnya yang anonim, yang hingga kini tetap menjadi misteri dan bahan spekulasi sejak kemunculannya pada awal 1990-an.

Meskipun ia tidak pernah secara publik mengungkapkan siapa dirinya, karya Banksy telah dikenal di seluruh dunia, muncul di dinding, jalan, dan jembatan di berbagai negara.

Karyanya dikenal karena menggabungkan humor gelap dengan komentar sosial dan politik yang tajam, seringkali menggunakan teknik stensil yang memungkinkan pembuatan karya secara cepat dan sering kali tanpa izin resmi.

Beberapa karya paling terkenal dari Banksy antara lain “Girl with Balloon”, yang menampilkan seorang gadis kecil meraih balon berbentuk hati merah, “The Flower Thrower”, yang menggambarkan seorang demonstran bertopeng melemparkan buket bunga alih-alih senjata, dan “Love Is in the Bin”, yang menarik perhatian dunia setelah sebagian karya tersebut terpotong sendiri saat dilelang.

Karier awal Banksy dimulai di Bristol antara tahun 1990 hingga 1994 sebagai seniman grafiti bebas, di mana ia menjadi anggota DryBreadZ Crew (DBZ) bersama Kato dan Tes.

Terlibat dalam dunia bawah tanah Bristol, Banksy banyak dipengaruhi oleh kolaborasi antara seniman dan musisi, termasuk 3D dari Massive Attack, Nick Walker, dan Inkie. Pada periode ini, ia juga bertemu dengan fotografer Steve Lazarides, yang kemudian menjadi agennya dan membantu memasarkan karyanya.

Pada akhir 1990-an, Banksy beralih ke teknik stensil, terinspirasi oleh nomor seri yang ia lihat saat bersembunyi dari polisi di bawah truk sampah. Perubahan teknik ini memungkinkannya menyelesaikan karya lebih cepat dan tetap anonim, menghasilkan karya terkenal seperti mural “The Mild Mild West” pada 1997, yang menampilkan seekor boneka teddy melemparkan molotov ke arah polisi anti huru-hara di Stokes Croft, Bristol.

Gaya Banksy ditandai oleh gambar sederhana yang ikonik dipadukan dengan frasa singkat, menampilkan subjek seperti tikus, kera, polisi, tentara, dan anak-anak, seringkali dengan tema perang, kapitalisme, otoritas, dan ketidakadilan sosial.

Karyanya berhasil memadukan humor dengan kritik sosial-politik yang serius, sehingga pesan yang disampaikan mudah diakses dan berdampak luas.

Banyak karya publiknya bersifat sementara, sementara sejumlah karya resmi dijual melalui agensi resmi miliknya, Pest Control, yang menangani autentikasi dan penjualan karya sah.

Banksy juga merambah dunia film dengan menyutradarai dokumenter “Exit Through the Gift Shop”, yang tayang perdana di Sundance Film Festival 2010 dan dinominasikan untuk Academy Award sebagai Best Documentary Feature Film pada 2011.

Selama bertahun-tahun, Banksy menerima pengakuan luas di luar dunia seni, termasuk dinobatkan sebagai Webby Person of the Year pada 2014, dan pengaruhnya terus terasa dalam seni kontemporer serta aktivisme politik di seluruh dunia.

Baca juga artikel terkait SENIMAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra