Menuju konten utama

Minum Es di Musim Hujan Ternyata Bukan Penyebab Flu, Benarkah?

Flu tidak disebabkan oleh musim hujan mamupun minum air es, tetapi infeksi virus yang bertahan lebih lama di cuaca dingin. Begini cara mencegah terkena flu.

Minum Es di Musim Hujan Ternyata Bukan Penyebab Flu, Benarkah?
Ilustrasi Pilek. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebagian masyarakat, terutama orang tua mengaitkan sensasi dingin dari minuman es dengan munculnya penyakit flu. Kebanyakan mereka menganggap meminum air dingin dapat melemahkan pertahanan tubuh, terutama di musim hujan. Padahal, anggapan tersebut hanyalah mitos dan tidak ada bukti ilmiah yang mendukung.

Secara medis, minum es di musim dingin bukanlah penyebab seseorang mengalami flu. Namun, musim dingin dapat mendukung pertumbuhan virus dan membuat udara menjadi kering. Tak hanya itu, musim dingin juga memicu kelembapan yang berdampak pada tumbuhnya jamur.

Pada titik tertentu, kondisi lembap dan berjamur dapat memicu kekambuhan penyakit asma dan iritasi saluran pernapasan. Kendati begitu, sejumlah cara dapat dilakukan untuk menekan penyebaran virus dan menjaga daya tahan tubuh agar terhindar dari flu di musim hujan.

Penyebab Flu adalah Virus, Bukan Air Es atau Cuaca

Secara medis, flu, pilek, dan batuk tidak disebabkan oleh suhu ekstrem atau mengonsumsi minuman dingin di musim hujan, melainkan karena virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas. Beberapa virus penyebab flu yaitu influenza dan rhinovirus.

Mikroorganisme ini harus masuk ke dalam tubuh dan bereplikasi untuk menimbulkan penyakit. Tanpa virus, flu tidak dapat menyerang tubuh manusia dan tidak ada korelasinya dengan suhu cairan yang dikonsumsi.

Ketika tubuh fit, meski meminum es di musim hujan, seseorang tidak akan flu jika tidak terpapar virus. Dengan demikian, seseorang perlu terpapar virus agar bisa jatuh sakit. Hal ini dijelaskan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi Dr. dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-A.I, FINASIM.

"Jadi kalau badan sehat, silakan saja minum es. Kalau sedang batuk pilek atau punya alergi saluran napas, sebaiknya dikurangi dulu," jelas Sukamto, sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu (28/10).

Ilustrasi orang flu

Ilustrasi orang flu. FOTO/iStockphoto

Bahkan, seorang yang tengah mengalami flu diperbolehkan minum es selagi dikonsumsi dalam batas wajar dan tidak menimbulkan rasa tidak nyaman. Saat flu, seseorang dianjurkan untuk minum banyak cairan, baik dingin maupun panas agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi sehingga tubuh tetap terhidrasi. Sebab, tubuh yang sedang flu cenderung kehilangan banyak cairan.

Namun, bagi orang yang memiliki saluran pernapasan sensitif, seperti penderita rinitis alergi atau asma, minuman dingin dapat memicu bersin, hidung tersumbat, hingga batuk. Reaksi tersebut merupakan bentuk iritasi, bukan infeksi.

Para ahli medis berpendapat bahwa air dingin, penggunaan pendingin ruangan (AC), atau konsumsi minuman dingin tidak menciptakan maupun memasukkan virus ke dalam tubuh. Hal-hal tersebut dapat membuat gejala flu terasa lebih nyata, tetapi bukan penyebab terjadinya flu.

Mengapa Banyak Orang Mengalami Flu di Musim Hujan?

Tak bisa dipungkiri, musim hujan dapat memicu peningkatan kasus pilek dan flu. Namun, hal ini bukan karena minuman yang dikonsumsi, tetapi saat musim hujan udara akan lebih kering yang membuat percikan pernapasan (droplet) bertahan lebih lama di udara. Bagi orang-orang yang berinteraksi jarak dekat orang yang tengah flu, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penularan.

Droplet dapat bertahan lebih lama di udara pada cuaca dingin, ketimbang dalam kondisi panas. Penyebarannya bisa melalui infeksi batuk, bersin atau saat berbicara dengan orang lain. Virus dapat berpindah dari permukaan yang terkontaminasi ke mata, hidung, atau mulut. Untuk tertular infeksi saluran pernapasan atas, seseorang harus terpapar oleh agen infeksius tersebut, bukan sekadar mengalami perubahan suhu sementara.

Dalam penelitian yang dilakukan Saketkhoo dkk. "Effects of drinking hot water, cold water, and chicken soup on nasal mucus velocity and nasal airflow resistance." (1978), virus penyebab flu tidak muncul akibat minuman dingin maupun cuaca. Meski demikian, suhu tertentu dapat memunculkan efek fisiologis untuk penderitanya.

PUNCAK MUSIM HUJAN

Pengunjung berada di pantai saat awan menyelimuti kawasan Pantai Padang, Sumatera Barat, Selasa (2/2/2021). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/hp.

Selain itu, perubahan sistem kekebalan tubuh secara musiman menjadi faktor yang mempermudah penularan virus. Akibatnya, banyak orang mengalami flu saat musim hujan, tetapi bukan karena minuman es yang membuat seseorang jatuh sakit, melainkan musim dingin mendukung penyebaran virus.

Pengidap asma dan rinitis alergi akan mengalami gejala serius saat udara lembap. Secara umum jamur dan mikroba berkembang biak dengan cepat ketika terdapat air dan kelembapan yang mendukung pertumbuhannya.

Kelembapan tinggi dalam ruangan menyebabkan pertumbuhan mikroba, termasuk kapang, jamur, dan bakteri. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menciptakan polusi mikroba yang menyebarkan spora, sel, fragmen, dan senyawa organik yang mudah menyebar ke udara.

Musim dingin bisa membuat jamur dan tungau debu rumah berkembang sehingga menyebabkan penyakit kambuh. Paparan jamur dalam rumah bisa berdampak pada kesehatan penghuni, mulai dari tingkat sedang hingga membahayakan. Orang yang menderita asma atau memiliki alergi terhadap jamur dapat mengalami reaksi parah.

Sebagian orang akan mengalami sakit tenggorokan, batuk, serta ruam kulit saat kelembapan dan jamur meningkat. Pada tingkat tertentu, paparan jamur dalam jumlah besar dapat menyebabkan demam atau sesak napas.

Bagaimana Agar Tidak Terkena Flu saat Musim Hujan?

Meski musim hujan mendukung pertumbuhan virus, kita dapat melakukan sejumlah langkah preventif agat terhindar dari flu saat musim hujan. Caranya dengan menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat, meningkatkan kualitas tidur, vaksin flu, hingga menggunakan masker.

Melansir laman Mayo Clinic, memiliki sistem kekebalan tubuh yang sehat dapat menekan perkembangan virus yang terhirup dalam tubuh, terutama di musim pilek dan flu. Adapun cara menjaga kekebalan tubuh yang kuat dapat dilakukan dengan menjaga pola makan seimbang dan cukupi kebutuhan ciaran tubuh. Pilihan terbaik menjaga cairan tubuh yaitu dengan memperbanyak minum air putih.

Berikutnya, jaga kebersihan rumah dan kebersihan diri. Pastikan untuk mencuci bahan pangan sebelum dikonsumsi atau diolah. Bersihkan pula gelas, garpu, sendok, dan peralatan makan lainnya untuk mengurangi penyebaran serta pertumbuhan bakteri.

Lalu pastikan tidur cukup dan pengelolaan stres yang baik. Hal ini sama pentingnya dengan pola makan sehat dalam upaya mencegah flu. Centers for Disiease Control and Prevention menyarankan masyarakat untuk melakukan vaksin flu tahunan sebagai langkah penting untuk mengurangi risiko terkena flu serta dampak serius yang ditimbulkan.

Vaksin flu dapat membantu mengurangi beban penyakit flu dan mengurangi tingkat keparahan penyakit pada orang yang telah divaksinasi namun tetap jatuh sakit. Ikhtiar medis ini dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap beberapa jenis virus influenza.

Apabila bekerja dengan orang yang sedang flu atau Anda mengalami flu, batasi kontak dengan orang lain sedapat mungkin agar tidak menularkan penyakit kepada mereka.

Jika memungkinkan, tetaplah berada di rumah untuk mencegah penyebarannya. Apabila gejala flu secara keseluruhan membaik, tidak lagi mengalami demam, dan tidak sedang mengonsumsi obat penurun demam, silakan ke luar rumah untuk beraktivitas seperti biasa.

Anda juga dapat melakukan beberapa langkah pencegahan tambahan yang dapat diambil untuk melindungi orang lain dari penyakit pernapasan. Pertama, tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin. Kedua, gunakan tisu untuk menutup hidung dan mulut saat Anda batuk atau bersin.

Buang tisu tersebut ke tempat sampah setelah digunakan. Keempat, gunakan masker untuk lebih melindungi diri sendiri maupun orang lain. Kelima, pastikan sirkulasi udara di sekitar tetap bersih dan segar. Jika flu telah mengganggu aktivitas dan menunjukkan tanda-tanda yang lebih parah, segera temui dokter untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Baca juga artikel terkait FLU atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - GWS
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Permadi Suntama