tirto.id - Naiknya kasus influenza di Indonesia membuat banyak orang mulai mencari obat-obatan untuk mengatasinya. Salah satu obat yang dijadikan pilihan adalah oseltamivir. Lalu, bagaimana cara kerja jenis obat yang satu ini dan apakah benar-benar efektif untuk mengobati flu?
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan, kasus influenza di Indonesia dilaporkan mengalami peningkatan pada akhir September 2026 atau pekan ke-38 dengan positivity rate sebesar 56%.
Kenaikan kasus influenza ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari pergantian musim, meningkatnya mobilitas masyarakat dan interaksi antar manusia, hingga virus influenza yang sedang dominan.
Influenza sendiri merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza, terutama tipe A dan B. Virus dapat menyebar melalui percikan pernapasan, misalnya melalui batuk, bersin, atau berbicara.
Di tengah peningkatan kasus influenza ini, Kemenkes juga melakukan distribusi oseltamivir ke berbagai fasilitas kesehatan. Yang perlu dicatat, oseltamivir untuk flu ini tidak dijual bebas di pasaran karena tergolong obat keras yang konsumsinya harus berada di bawah pengawasan dokter.
Apa Itu Oseltamivir dan Kegunaannya

Oseltamivir adalah obat oral yang digunakan untuk menangani infeksi akibat virus influenza, termasuk influenza A dan influenza B. Obat oseltamivir juga dapat digunakan untuk membantu mencegah influenza pada orang yang telah melakukan kontak dekat dengan penderita flu.
Penggunaan obat influenza ini dapat membantu mengurangi gejala flu seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, sakit kepala, dan rasa lemas. Menurut situs Mayo Clinic, oseltamivir bisa langsung mengurangi gejala flu dalam satu hari.
Oseltamivir sendiri tersedia dalam bentuk kapsul dan suspensi oral. Namun, obat ini tidak dijual bebas dan hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Meski efektif meredakan gejala flu, penting untuk diingat bahwa oseltamivir bukan pengganti vaksin influenza tahunan.
Bagaimana Cara Kerja Oseltamivir Menghambat Virus Influenza?

Oseltamivir merupakan obat antivirus yang termasuk dalam kelompok neuraminidase inhibitor. obat antivirus flu ini bekerja dengan menghambat kemampuan virus influenza untuk berkembang dan menyebar di dalam tubuh.
Dikutip dari situs Medical News Today, oseltamivir yang dikonsumsi akan diubah menjadi bentuk aktif yang disebut oseltamivir carboxylate. Bentuk aktif inilah yang kemudian bekerja pada virus influenza.
Secara sederhana, oseltamivir menghambat enzim neuraminidase pada virus influenza. Mekanisme ini membuat pelepasan partikel virus baru menjadi terganggu sehingga penyebaran virus di dalam tubuh dapat ditekan.
Efektivitas Oseltamivir dalam Melawan Influenza
Efektivitas oseltamivir pernah diteliti dalam studi Effectiveness of Oseltamivir in Hospitalized Children With Laboratory-Confirmed Influenza, 2014-2023 yang dipublikasikan pada 2026 oleh Kacie Rytlewski dkk.Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah pemberian oseltamivir berkaitan dengan penurunan risiko masuk ICU dan pemendekan lama rawat inap pada anak yang dirawat karena influenza.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan oseltamivir memiliki risiko masuk ICU yang lebih rendah dibandingkan anak yang tidak mendapatkan oseltamivir. Oseltamivir juga berkaitan dengan lama rawat inap yang lebih singkat.
Menariknya, manfaat oseltamivir terhadap lama rawat inap paling terlihat pada anak yang mendapatkan pengobatan lebih awal.
Kapan Waktu Minum Oseltamivir yang Tepat?
Merujuk pada penelitian Kacie Rytlewski dkk., oseltamivir menunjukkan manfaatnya ecara maksimal ketika diberikan lebih awal kepada penderita influenza.Sementara menurut Medical News Today, oseltamivir bekerja paling optimal jika mulai dikonsumsi dalam 48 jam pertama flu mulai muncul. Semakin cepat pengobatan dimulai, semakin besar peluang obat membantu menghambat perkembangan dan penyebaran virus dalam tubuh.
Dosis Oseltamivir

Oseltamivir bisa dikonsumsi dalam bentuk kapsul atau suspensi, tapi dosisnya bisa berbeda pada setiap pasien. Oleh karena itu, dosis sebaiknya mengikuti resep dan diminum sesuai petunjuk dokter.
Mengutip dari situs Mayo Clinic, berikut ini adalah dosis oseltamivir secara umum dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan petunjuk dari dokter:
Dosis Oseltamivir untuk Mengobati Influenza
- Dewasa dan remaja: 75 mg atau 12,5 ml, diminum dua kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari selama 5 hari.
- Anak usia 1 tahun atau lebih: dosis ditentukan berdasarkan berat badan dan harus diberikan sesuai petunjuk dokter. Dosis umumnya berkisar antara 30–75 mg atau 5–12,5 mL, diminum dua kali sehari selama 5 hari.
- Anak usia 2 minggu hingga kurang dari 1 tahun: dosis ditentukan berdasarkan berat badan. Dosis yang umum adalah 3 mg/kg berat badan, dua kali sehari selama 5 hari.
Dosis Oseltamivir untuk Mencegah Influenza
- Dewasa dan remaja: 75 mg atau 12,5 mL, satu kali sehari selama setidaknya 10 hari.
- Anak usia 1 tahun atau lebih: dosis ditentukan berdasarkan berat badan dan petunjuk dokter. Dosis umumnya berkisar antara 30–75 mg atau 5–12,5 mL, satu kali sehari selama 10 hari.
Apa Bedanya Oseltamivir, Antibiotik, dan Vaksin Flu?

Oseltamivir merupakan obat untuk mengobati influenza akibat virus influenza A dan B. Karakteristik tersebut membuatkan berbeda dari antibiotik maupun vaksin flu yang ditujukan sebagai pencegahan.
Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri, bukan virus influenza. Jadi, antibiotik tidak dapat digunakan untuk mengobati influenza secara langsung
Dokter kemungkinan akan meresepkan antibiotik apabila pasien influenza mengalami infeksi bakteri atau komplikasi lain yang memang membutuhkan jenis obat tersebut.
Konsumsi antibiotik juga tidak boleh sembarangan, apalagi jika tanpa indikasi karena hal ini berpotensi meningkatkan risiko resistansi antibiotik.
Sementara itu, beda lagi dengan vaksin flu yang berfungsi untuk mencegah influenza, bukan mengobati infeksi yang sudah terjadi. Vaksin membantu sistem kekebalan tubuh mengenali virus influenza sehingga tubuh memiliki perlindungan ketika terpapar virus tersebut.
Efek Samping Oseltamivir dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Seperti obat lain pada umumnya, oseltamivir juga bisa menimbulkan efek samping meskipun tidak semua orang akan mengalaminya. Efek samping yang paling umum terjadi antara lain:
- Mual
- Muntah
- Sakit kepala
- Nyeri tubuh
Jika muncul efek samping seperti disebutkan di atas, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Oseltamivir juga dapat menyebabkan reaksi kulit serius. Gejalanya dapat berupa ruam, kulit melepuh atau mengelupas, gatal, luka pada mulut, hingga kesulitan bernapas.
Reaksi alergi berat juga dapat menyebabkan pembengkakan dan gangguan pernapasan sehingga membutuhkan pertolongan medis segera.
Selain itu, sebelum menggunakan oseltamivir, pasien perlu memberi tahu dokter jika memiliki gangguan ginjal, riwayat alergi terhadap oseltamivir atau obat sejenis, intoleransi fruktosa, sedang hamil, atau menyusui.
Rekomendasi Obat Flu di Apotek
Oseltamivir merupakan obat keras yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Untuk kasus flu ringan, tersedia berbagai obat flu yang dijual bebas dan dapat ditemukan di apotek, berikut beberapa di antaranya:
1. Paramex Flu & Batuk
Obat flu dan batuk tidak berdahak ini tersedia dalam kemasan strip berisi empat tablet dan mengandung kombinasi paracetamol 500 mg, phenylephrine HCl 10 mg, serta dextromethorphan HBr 15 mg pada setiap tabletnya.Kombinasi tersebut mampu meredakan gejala flu, termasuk demam dan nyeri, membantu mengurangi hidung tersumbat, serta menekan batuk tidak berdahak. Obat ini bisa dibeli dengan harga sekitar Rp2.000–5.000.
2. Procold Flu
Procold Flu juga bisa dijadikan pilihan untuk meredakan berbagai gejala flu, seperti demam, sakit kepala, bersin-bersin, dan hidung tersumbat. Setiap kaplet mengandung kombinasi paracetamol 500 mg, phenylephrine HCl 10 mg, dan chlorpheniramine maleate 2 mg.Paracetamol berfungsi sebagai pereda nyeri dan penurun demam, phenylephrine HCl bantu mengurangi hidung tersumbat, sedangkan chlorpheniramine maleate dapat meredakan gejala seperti bersin dan hidung meler. Obat ini dibanderol harga Rp6.000–Rp8.000.
3. Sanaflu
Rekomendasi obat flu berikutnya ada Sanaflu yang bisa membantu meredakan demam, hidung tersumbat, sakit kepala, dan bersin-bersin. Obat ini mengandung paracetamol yang berperan sebagai penurun demam dan mampu meredakan nyeri.Obat ini juga mengandung phenylpropanolamine yang bekerja sebagai dekongestan untuk membantu melegakan hidung tersumbat akibat flu. Produk ini bisa dibeli dengan harga Rp4.000–Rp6.000.
4. Decolgen
Obat flu berikutnya ada Decolgen yang tersedia dalam bentuk kaplet. Setiap kaplet mengandung kombinasi paracetamol 400 mg, phenylpropanolamine HCl 12,5 mg, dan chlorpheniramine maleate 1 mg.Decolgen dapat membantu mengatasi gejala flu seperti sakit kepala, demam, bersin-bersin, hingga hidung tersumbat. Pastikan meminum obat sesuai petunjuk pada kemasan untuk hasil yang lebih optimal. Decolgen dapat dibeli dengan harga Rp2.000–Rp5.000.
5. Mixagrip Flu
Mixagrip Flu mengandung kombinasi paracetamol 500 mg, phenylephrine HCl 10 mg, dan chlorpheniramine maleate 2 mg. Kandungan tersebut saling bekerja sama sebagai analgetik, antipiretik, antihistamin, serta dekongestan hidung.Mixagrip Flu dapat membantu meringankan gejala sakit flu, mulai dari demam, sakit kepala, hingga hidung tersumbat. Obat ini juga dijual bebas dan mudah ditemukan di apotek, tapi tetap pastikan meminum obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Obat ini dapat dibeli dengan harga Rp4.000–Rp7.000.
Tertarik dengan info menarik lain seputar dunia kesehatan? Temukan berbagai tips, rekomendasi produk pilihan, hingga berita terkini melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id





























