Menuju konten utama

Penyebab Influenza A, Apakah Menular, & Bisa Sembuh Sendiri?

Penyebab Influenza A adalah virus influenza tipe A. Simak gejala, cara penularan, dan apakah Influenza A bisa sembuh sendiri.

Penyebab Influenza A, Apakah Menular, & Bisa Sembuh Sendiri?
Ilustrasi influenza. Getty Images/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Lonjakan kasus Influenza A terjadi di Indonesia sepanjang September 2026. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat peningkatan jumlah pasien anak yang butuh perawatan di rumah sakit. Apa saja penyebab Influenza A, bagaimana gejalanya, apakah penyakit ini menular, dan bisa sembuh sendiri?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa influenza merupakan infeksi saluran pernapasan akut akibat virus. Sebagian besar penderita bisa pulih tanpa perawatan khusus. Namun, influenza juga bisa menyebabkan komplikasi serius, terutama pada kelompok tertentu.

Sementara menurut Anggraini Alam, Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran yang juga anggota UKK Infeksi dan Penyakit Tropik PP IDAI, kawasan Pasifik Barat mengalami peningkatan kasus influenza dan didominasi Influenza A. Hal ini sesuai data situasi regional WHO Kantor Regional Pasifik Barat (WPRO) per 10 September 2026.

"Yang lonjakannya sangat tajam di area WPRO adalah Singapura, di mana kasus flunya melonjak hingga 37 persen. Mengingat mobilitas masyarakat perkotaan Indonesia yang kerap melakukan perjalanan bisnis dan transit ke Singapura, ini menjadi kewaspadaan kita bersama," tuturnya.

Penyebab dan Gejala Influenza A

Penyebab Influenza A adalah virus influenza tipe A. Merujuk keterangan di laman resmi WHO, virus influenza dibagi menjadi empat tipe, yakni A, B, C, dan D. Virus tipe A dan B beredar pada manusia serta menjadi penyebab epidemi influenza musiman.

Influenza A kemudian terbagi menjadi subtipe berdasar kombinasi protein pada permukaan virus. WHO mencatat subtipe A(H1N1) dan A(H3N2) sebagai virus Influenza A yang saat ini beredar pada manusia. Virus influenza A juga jadi satu-satunya tipe influenza yang diketahui pernah menyebabkan pandemi.

Berdasarkan keterangan WHO, gejala influenza biasanya muncul sekitar dua hari setelah seseorang terinfeksi, dengan rentang masa inkubasi sekitar satu sampai empat hari. Gejala bisa berupa demam yang muncul tiba-tiba, batuk kering, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, rasa tidak enak badan, sakit tenggorokan, serta pilek.

Batuk bisa terasa cukup berat dan bertahan selama dua minggu atau lebih. Sementara itu, demam dan gejala lain pada sebagian besar penderita biasanya membaik dalam waktu sekitar satu minggu.

Apakah Influenza A Menular?

Influenza A menular dan menyebar dengan cepat antarmanusia. WHO menjelaskan bahwa virus influenza berpindah saat orang terinfeksi batuk atau bersin, sehingga droplet yang mengandung virus masuk ke udara dan mencapai orang lain dalam jarak dekat.

Penularan Influenza A juga bisa terjadi melalui tangan yang terkontaminasi virus. Risiko penyebaran meningkat di tempat ramai, termasuk sekolah dan fasilitas perawatan.

Kondisi lingkungan turut memengaruhi pola penyebaran. Di wilayah beriklim sedang, epidemi influenza umumnya terjadi pada musim dingin. Sementara itu, di wilayah tropis, influenza bisa muncul sepanjang tahun dengan pola wabah yang lebih tidak teratur.

Konteks tersebut relevan dengan Indonesia sebagai negara tropis. Dalam taklimat media PP IDAI pada 18 September 2026, Anggraini Alam mengatakan kemarau bukan penyebab langsung lonjakan influenza.

"Cuaca kemarau sendiri bukanlah penyebab langsung terjadinya lonjakan kasus flu. Yang menjadi masalah adalah perubahan perilaku kita di musim kemarau, yaitu kecenderungan berkumpul di ruangan tertutup ber-AC dengan ventilasi minim, serta abai terhadap higienitas tangan dan etika batuk," ujar Anggraini Alam.

Pencegahan bisa dilakukan dengan mencuci tangan secara rutin, menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, menghindari kontak dekat dengan orang sakit, dan tetap berada di rumah saat sedang mengalami gejala.

Apakah Influenza A Bisa Sembuh Sendiri?

Sebagian besar penderita Influenza A bisa sembuh sendiri. WHO menyebut mayoritas penderita pulih sekitar satu minggu tanpa perawatan medis. Untuk gejala ringan, penderita Influenza A dianjurkan beristirahat, mencukupi kebutuhan cairan, dan menangani gejala seperti demam.

Namun, kemampuan tubuh untuk pulih tidak berarti influenza selalu ringan. WHO mencatat bahwa ibu hamil, anak usia di bawah lima tahun, orang berusia 65 tahun ke atas, penderita penyakit kronis, serta orang dengan sistem imun lemah, memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit berat atau komplikasi.

Pada kondisi berat, influenza bisa menyebabkan pneumonia dan sepsis serta memperburuk penyakit kronis. Karena itu, penderita bergejala berat atau memiliki faktor risiko perlu mendapat pemeriksaan medis.

Dalam kasus tertentu, dokter bisa memberi obat antivirus. WHO merekomendasikan obat antivirus sedini mungkin bagi orang berisiko tinggi atau penderita dengan gejala berat.

Untuk pencegahan, WHO menyebut vaksinasi sebagai cara terbaik mencegah influenza. Vaksinasi tahunan terutama dianjurkan bagi kelompok berisiko, termasuk anak usia 6 bulan sampai 5 tahun, ibu hamil, lansia, penderita penyakit kronis, dan tenaga kesehatan.

Baca juga artikel terkait INFLUENZA atau tulisan lainnya dari Rofi Ali Majid

tirto.id - Edusains
Kontributor: Rofi Ali Majid
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Beni Jo