tirto.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali menyampaikan kasus virus influenza A terdeteksi ada wilayah Bali. Setidaknya 9 orang dinyatakan positif terinfeksi virus yang kadang disebut super flu itu.
Sebanyak 9 dari 113 sampel yang dikirim Dinkes Bali ke laboratorium rujukan nasional, terhitung sejak Januari sampai September 2026, dinyatakan sebagai influenza A.
"Jumlah sampel kasus ILI/SARI yang sudah dikirim sebanyak 113 sampel dari Januari sampai dengan September 2026, didapatkan hasilnya positif influenza tipe A sebanyak 9 sampel," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti, Rabu (7/10/2026).
Saat ini, kesembilan orang yang dinyatakan positif itu sudah mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan sebelumnya, disebutkan ada peningkatan aktivitas influenza A di Indonesia, namun masih berada di rentang kewaspadaan.
Pada pekan ke-38 di tahun 2026, setidaknya ada 265 spesimen surveilans sentinel yang diperiksa, hasilnya 148 sampel dinyatakan positif influenza A dengan beberapa berasal dari Bali.
Influenza A merupakan virus yang menyerang saluran pernapasan dan dapat menular ketika seseorang mengalami sakit batuk atau bersin-bersin.
Ayu Raka menyebut, beberapa gejala dari penyakit ini antara lain demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. Namun, penyakit tersebut juga bisa bertingkat keparahannya, tergantung dari kondisi orang yang mengalami gejala tersebut.
"Dari keluhan secara prinsip tidak ada perbedaan, hanya saja gejala yang muncul hampir sama seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala dan influenza tipe A ini, bisa sembuh sendiri," terangnya.
"Hanya saja, mungkin (influenza) bagi yang beresiko pada balita, lansia yang memang memiliki daya tahan tubuhnya lebih rendah dan juga beresiko pada golongan yang memiliki komorbid (penyakit yang diderita lebih dari satu selain gejala sakit utama)," sambung Ayu Raka.
Meski sudah ada kasus positif influenza A, Dinkes Bali menyatakan kasus yang muncul lebih banyak Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di beberapa fasilitas kesehatan, terutama puskesmas. Saat ini, kasus influenza A masih belum mendominasi kunjungan masyarakat.
"Kalau dilihat, ISPA masih menjadi kasus terbanyak di faskes terutama di Puskesmas," imbuhnya.
Seseorang yang terkena virus influenza A dengan kategori ringan, hanya butuh penanganan rawat jalan dan tidak perlu rawat inap (ranap), mengingat penyakit ini masih bisa sembuh sendiri tergantung kondisi dan cara seseorang untuk sehat kembali.
Dinkes Provinsi Bali juga memberikan langkah antisipasi kepada masyarakat, salah satunya menyebarkan surat edaran mengenai kewaspadaan terhadap virus influenza A ini baik ditingkat Kabupaten/Kota.
Edukasi mengenai pencegahan juga diberikan dengan mempromosikan kesehatan di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota hingga Puskesmas. Bahkan himbauan untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat juga disampaikan Dinkes Provinsi Bali.
Peningkatan kewaspadaan juga disampaikan yakni penggunaan masker jika diperlukan, hal itu sebagai upaya pencegahan penularan atau menghindari sekecil apapun penularannya.
Jika memiliki sakit flu yang tidak kunjung membaik, Dinkes Bali menghimbau untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di faskes terdekat atau terjangkau dari lingkungan tempat tinggal.
"Himbauan pasti ada, melalui tim Promkes (promosi kesehatan), untuk waspada influenza tapi tidak panik. Caranya, dengan menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan apabila diperlukan tetap menggunakan masker," tutur Ayu Raka.

Denpasar Antensi Virus Influenza A
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Denpasar, Anak Agung Ayu Agung Candrawati, memastikan pemerintah kota tidak tinggal diam dengan keberadaan kasus influenza A.
Di Kota Denpasar, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya, Kecamatan Denpasar Utara menjadi satu-satunya rumah sakit di Provinsi Bali yang ditunjuk sebagai rumah sakit untuk pemeriksaan Sentinel Severce Acute Respiratory Infection (SARI).
"Untuk Pemeriksaan Sentinel ILI (Influenza Like Illness) ditunjuk UPTD Puskesmas I Dinkes Denpasar Selatan sejak Oktober 2020," kata Ayu Candrawati, Rabu (7/10/2026).
"Sejak itu, setiap ada kasus SARI yang ditemukan RSUD Wangaya dan kasus ILI di Puskesmas I Denpasar Selatan ditangani," lanjutnya.
Di UPTD Puskesmas I Dinas Kesehatan Denpasar Selatan menerapkan wajib pengambilan spesimen/PCR dan dikirim ke Laboratorium Rujukan BBLK Surabaya, Jawa Timur dengan dukungan dana dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hasil tes lalu disampaikan melalui aplikasi NAR dan Bitly.
Virus influenza A di Kota Denpasar sejak Januari-September 2026, disampaikan Ayu Candrawati tercatat ada sebanyak 82 kasus SARI yang ditemukan di RSUD Wangaya.
Pengecekan lalu dilakukan di laboratorium, ada pun hasilnya ditemukan sebanyak 75 spesimen, sedangkan yang belum keluar ada 7 spesimen.
"Dari 75 hasil pemeriksaan spesimen, 6 spesimen positif Influenza A, sedangkan 69 spesimen hasilnya negatif. Untuk kasus ILI, dalam kurun waktu yang sama ditemukan 30 kasus dan pemeriksaannya ada 28 spesimen yang sudah keluar, sisanya belum," jelasnya.
"Hasilnya, 4 spesimen positif dan 24 spesimen negatif. Jadi jumlah kasus Influenza A di Kota Denpasar periode Januari-September 2026 tercatat ada 10 kasus, tapi semuanya sudah dinyatakan sembuh dan beraktivitas seperti biasa," sambungnya.
Mengenai gejala Influenza A pada umumnya disebut muncul demam secara tiba-tiba, batuk kering, sakit tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot dan persendian, lemas atau malaise. Adapun cara pencegahannya, kata Ayu Candrawati, masyarakat bisa menggunakan masker ketika sakit.
"Pilek atau gejala influenza sebaiknya menggunakan masker, terutama ketika berada di ruang publik atau harus berinteraksi dengan orang lain," imbuhnya.
Lalu cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, ketika batuk dan bersin diwajibkan tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau bagian dalam siku, tetap berada di rumah saat sakit dan membatasi kontak dengan orang lain untuk mencegah penularan.
"Memperkuat surveilans, meningkatkan kewaspadaan terutama pada kelompok berisiko, memberikan informasi jelas ke masyarakat agar mudah dipahami pencegahannya tanpa menimbulkan kepanikan," terang Ayu Candrawati.
Sementara itu, mengenai obat-obatan bagi penderitanya, Ayu Candrawati memastikan ketersediaan obat-obatan di Dinkes Kota Denpasar masih aman dan tidak ada kendala.
Dokter Berikan Pesan ke Masyarakat
Dokter sekaligus Kepala UPTD Puskesmas III Denpasar Utara, dr Ida Bagus Jelantik Manuaba, menyampaikan tahapan penanganan ketika ada kasus flu maupun ISPA sebagai upaya mewaspadai influenza A.
"Di UPTD Puskesmas III Denpasar Utara, kami laksanakan secara terpadu melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Setiap pasien yang datang dengan keluhan tersebut, kami lakukan skrining awal," kata Bagus Jelantik kepada Tirto, Rabu (7/10/2026).
"Itu untuk mengidentifikasi gejala, faktor resiko, riwayat penyakit penyerta dan tanda bahaya yang perlu ditangani segera," lanjut Bagus.
Pemeriksaan lain seperti mengukur suhu tubuh, frekuensi nafas, nadi, tekanan darah, saturasi oksigen, pemeriksaan fisik untuk mengetahui kondisi dan tingkat keparahan juga dilakukan. Dari hasil tersebut, pasien diberikan tata laksana sesuai diagnosis dan kondisi klinis.
"Untuk kasus ISPA tidak menunjukkan tanda bahaya pelayanan berupa terapi suportif, pemenuhan kebutuhan cairan dan nutrisi, istirahat cukup dan pemberian obat simptomatik sesuai indikasi," jelasnya.
"Tapi, apabila ditemukan tanda pneumonia, sesak berat, penurunan kesadaran, kesulitan makan atau minum atau tanda bahaya lainnya, pasien perlu penanganan segera dan apabila diperlukan dilakukan rujukan ke faskes yang lebih mampu," sambung Bagus Jelantik.
Penyakit flu maupun ISPA, kata Bagus, hanya membutuhkan tempat yang bersih, menghindari lingkungan yang penuh asap hingga menjaga pola hidup bersih dan sehat. Penanganan pasien juga dilakukan dengan cepat, tepat, aman dan sesuai standar serta melakukan koordinasi lintas sektor.
Pernah Alami Ciri-ciri Virus, Ini Kata Seorang Warga
Salah satu warga, Salima (33) pernah merasakan ciri-ciri dari gejala yang dimaksud terutama flu. Namun, ia tidak mengetahui apakah itu influenza A atau bukan. Ia hanya khawatir, saat sakit, virus menular ke keluarga terdekatnya.
"Kalau khawatir pasti, ya takut tertular dengan keluarga lainnya. Tapi karena tahu cara sembuhinnya, ya itu saya lakukan. Syukur sembuh," terangnya, Rabu (7/10/2026).
Ia mengaku dengan menjaga kebersihan diri, meningkatkan daya tahan tubuh dengan makanan dan minuman yang sehat, istirahat yang cukup, menjaga kontak langsung dengan orang yang sehat dilakukannya secara mandiri.
"Sembuhnya lumayan lama, seminggu. Karena tahu ciri-cirinya dan penanganannya, aku lakukan secara mandiri. Ya alhamdulillah sembuh," pungkasnya.
Penulis: Ahmad Firizqi Irwan
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id































