tirto.id - Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin mendadak dipanggil ke Istana oleh Presiden Prabowo Subianto usai menyaksikan sailing pass kapal perang TNI AL untuk memperingati HUT ke-80 TNI AL di Kolinlamil, Jakarta Utara, Kamis (2/10/2025).
Pemanggilan tersebut terkonfirmasi dari batalnya kehadiran Sjafrie di peninjauan Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman di Bintaro, Jakarta Selatan.
Akibat batalnya agenda tersebut, Kepala Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan RI Brigadir Jenderal TNI Daniel Lumadyo Wartoadi menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan situasi terkini bahwa Sjafrie harus segera bertolak menuju Istana di waktu yang sama.
“Karena tugas mendadak, beliau harus ke istana. Akhirnya dibatalkan kegiatan di RSPPN ini,” kata Daniel dalam konferensi pers di RSPPN Panglima Besar Soedirman.
Daniel menceritakan pemanggilan tersebut terjadi saat Sjafrie masih berada di atas geladak kapal milik TNI AL. Menurutnya, pemanggilan tersebut bersifat darurat karena datang langsung dari presiden.
“Ini tadi Bapak masih masih peninjauan di kapal, belum bersandar sudah diperintahkan untuk menghadap Bapak Presiden. Sehingga kegiatan di sini sementara untuk dibatalkan dulu,” kata dia.
Karena dipanggil presiden, agenda peninjauan yang dijadwalkan bersama Menteri Kesehatan, dan Kepala BPOM di RSPPN dibatalkan secara keseluruhan.
Daniel menyatakan Menhan Sjafrie menaruh perhatian besar terhadap perkembangan rumah sakit tersebut. Salah satu inovasi yang diharapkan adalah mengenai pengobatan tradisional yang saat ini bekerja sama dengan pemerintah Cina.
"Jadi, pada intinya Pak Menhan itu sangat concern terhadap pengembangan rumah sakit terutama untuk pelayanan kesehatan itu sendiri. Baik Untuk TNI, PNS maupun masyarakat di sekitar ini," ungkapnya.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































