tirto.id - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengatakan, masih banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang belum mengetahui cara mengekspor produk hingga mencari pembeli di luar negeri.
Hal ini disampaikan Budi usai bertemu pelaku UMKM di Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
"Kita berkumpul, bertemu dengan para eksportir anak muda, kemudian juga [pelaku] UMKM tadi, yang mempunyai produk, tapi tidak tahu atau belum tahu caranya ekspor," ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah menyiapkan sejumlah program untuk membantu UMKM menembus pasar internasional, mulai dari pelatihan hingga standardisasi produk rumah tangga agar layak ekspor.
Menurut Budi, Kemendag juga memiliki perwakilan perdagangan di 33 negara yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk mencari pasar. Selain itu, pemerintah memiliki program terkait ekspor yang memfasilitasi business matching secara daring.
"Kalau keluhannya, kebanyakan dari teman-teman ini enggak tahu caranya ekspor, bagaimana cara nyari buyer," katanya.
"Di dalam program UMKM Bisa Ekspor itu kan ada business matching. Jadi, teman-teman UMKM itu bisa jualan secara online, bisa business matching secara online melalui perwakilan kita," sambung dia.
Ia mengatakan, skema tersebut menjadi salah satu cara menjangkau pembeli secara cepat dan mudah tanpa harus bertemu langsung. Pemerintah juga terus berkomunikasi dengan eksportir muda dan agregator karena dinilai berperan penting dalam mempromosikan sekaligus menjual produk lokal ke pasar internasional.
Di sisi lain, Budi mengklaim kinerja ekspor Indonesia masih positif meski nilai tukar rupiah mengalami pelemahan dan kondisi geopolitik global masih bergejolak. Pemerintah akan terus mendorong peningkatan ekspor agar pertumbuhan tidak melambat di tengah tekanan global.
"Ekspor kita memang tumbuhnya masih positif ya. Jadi, sampai dengan Maret ini memang 0,9 persen," ucapnya.
"Apapun kondisinya, kita harus terus mencari jalan keluar agar ekspor kita tetap berjalan, bahkan terus meningkat," lanjut dia.
Ia juga menyebutkan, secara kumulatif, ekspor Januari-Maret 2026 masih mencatat pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Januari-Maret dibanding tahun lalu masih positif, enggak negatif, meskipun kondisinya sekarang lagi perang kayak gini ya. Tapi secara total ekspor kita tetap naik," ujarnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id






































