Menakar Peluang Jonatan dan Anthony Ginting di Indonesia Open 2019

Oleh: Oryza Aditama - 12 Juli 2019
Dibaca Normal 1 menit
Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting merupakan pemain unggulan tuan rumah di ajang Indonesia Open 2019.
tirto.id - Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting adalah dua pemain andalan tuan rumah untuk sektor tunggal putra Indonesia Open 2019. Dalam kejuaraan berkategori Super 1000 yang bakal digelar 16-21 Juli 2019 di Istora Senayan, Jakarta tersebut, keduanya masuk dalam daftar pemain unggulan.

Sejauh manakah peluang Jonatan Christie dan Anthony Ginting di Indonesia Open edisi tahun ini?

Berdasar hasil drawing yang telah dirilis oleh BWF, Jonatan memiliki peluang yang cukup bagus untuk melangkah jauh.

Pebulu tangkis 21 tahun yang di Indonesia Open 2019 menjadi unggulan ke-6 tersebut memang tengah dalam performa menanjak. Dalam dua bulan terakhir Jonatan sanggup merengkuh dua gelar juara dari ajang New Zealand Open 2019 dan Australian Open 2019.

Untuk ujian pertama di ajang Indonesia Open 2019, Jonatan bakal menghadapi pemain non-unggulan asal Denmark, Rasmus Gemke. Keduanya baru sekali bertemu yakni di ajang Indonesia Masters 2019 pada Januari.

Kala itu Jonatan yang sudah unggul 21-16 untuk set pertama, akhirnya dinyatakan sebagai pemenang lantaran Gemke memutuskan mengundurkan diri akibat cedera.

Peluang Jonatan untuk bertemu pemain unggulan baru terjadi jika ia sanggup menembus perempat final. Di babak tersebut ia berpeluang melawan unggulan ke-4 asal Taiwan, Chou Tien Chen.

Dari segi rekor head to head, Jonatan memiliki peluang besar untuk melewati hadangan pemain Taiwan tersebut. Terhitung dari 7 kali pertemuan melawan Chou, Jonatan mampu mengemas 6 kali kemenangan,

Sementara itu, Anthony Ginting yang berstatus sebagai unggulan ke-7 dalam kejuaraan ini bakal melawan pemain Cina, Lu Guang Zu, di babak pertama (32 besar).

Tantangan cukup berat bagi Anthony Ginting kemungkinan bakal terjadi di perempat final, saat ia berpeluang melawan unggulan pertama asal Jepang, Kento Momota.

Anthony memiliki catatan yang buruk dari segi rekor head to head melawan Momota. Dari 11 kali pertemuan melawan pemain Jepang tersebut, ia hanya sanggup 3 kali memetik hasil positif. Bahkan dalam 4 kali pertemuan terakhir melawan Momota, Anthony selalu dipaksa menelan kekalahan.



Hendry Saputra, Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI mengaku tak masalah jika sektor yang ia pimpin ditargetkan untuk meraih gelar juara Indonesia Open tahun ini. Ia mengaku jika anak didiknya memiliki peluang cukup besar untuk menembus final dan merengkuh gelar.

"Ditargetkan juara boleh saja, kita boleh prediksi tapi tetap tidak bisa pastikan siapa yang juara. Harapannya memang besar, bisa ke final dan juara," ujar Hendry, sebagaimana dikutip dari laman PBSI.

Baca juga artikel terkait INDONESIA OPEN 2019 atau tulisan menarik lainnya Oryza Aditama
(tirto.id - Olahraga)


Penulis: Oryza Aditama
Editor: Fitra Firdaus
Kontributor: Oryza Aditama