Megawati dan Puan Maharani Telah Mencoblos di TPS Kebagusan

Oleh: Dieqy Hasbi Widhana - 17 April 2019
Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri telah menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 di TPS nomor 62, Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). Megawati mencoblos didampingi keluarganya, termasuk Puan Maharani dan Prananda Prabowo.
tirto.id - Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri telah menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 di TPS nomor 62, Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). Megawati mencoblos didampingi keluarganya, termasuk Puan Maharani dan Prananda Prabowo.

"Saya dan keluarga telah menjalankan kewajiban kami sebagai warga negara Indonesia," kata Megawati.

Ketika Megawati datang, dia mendahulukan keluarganya untuk lebih dulu menggunakan hak pilih mereka. Megawati bersyukur masih diberi kesempatan untuk memilih. Ia juga mengimbau semua kadernya untuk menyalurkan hak pilihnya.

"Saya merasa bersyukur semoga Insya Allah semuanya berjalan dengan baik," pungkasnya.

Dalam Pilpres 2019, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin diusung oleh koalisi PDI-P, Partai NasDem, PKB, Partai Golkar, PPP, Partai Hanura, PKPI, dan PSI.

Di antara partai-partai pengusung paslon 01 tersebut, PDI-P mendapatkan 18,95 persen suara, diikuti Partai Golkar dengan 14,75 persen suara pada Pemilu 2014.

Sementara PSI dan Partai Perindo adalah dua partai baru tampil pada Pemilu 2019.

Di kubu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, ada lima partai pengusung. Empat di antaranya sudah berpartisipasi pada Pemilu 2014, yaitu Gerindra, Demokrat, PAN, dan PKS. Satu partai lain adalah pendatang baru pada Pemilu 2019, yaitu Partai Berkarya.

Berdasarkan aturan pemilu dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 pasal 222, pasangan capres dan cawapres dalam Pipres 2019 diusung oleh partai atau gabungan partai politik yang memiliki 20 persen jumlah kursi DPR atau mempunyai 25% suara sah nasional pada Pemilu 2014.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2019 atau tulisan menarik lainnya Dieqy Hasbi Widhana
(tirto.id - Hard News)

Penulis: Dieqy Hasbi Widhana
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight