Menuju konten utama

Masjid Istiqlal Usung Tema Ramadhan Hijau demi Lebih Cintai Alam

Tema Ramadhan 2026 di Masjid Istiqlal sebagai bagian evaluasi dan berkaca dari sejumlah bencana alam yang melanda wilayah Indonesia.

Masjid Istiqlal Usung Tema Ramadhan Hijau demi Lebih Cintai Alam
Umat Islam membaca Al Quran dalam acara Indonesia Quran Hours 2024 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (28/3/2024). Indonesia Quran Hours 2024 yang merupakan kegiatan membaca Al Quran secara bersama-sama itu mengangkat tema Indonesia Bersatu Indonesia Bangkit. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.

tirto.id - Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengatakan pada Ramadhan tahun ini, Masjid Istiqlal mengangkat tema “Ramadhan Hijau, Ramadhan Bersama”.

Tema tersebut ditegaskan sebagai bagian evaluasi dan berkaca dari sejumlah bencana alam yang melanda wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

“Temanya kan ‘Ramadhan Hijau’. Kenapa ini? Karena ini kami akan paralelkan dengan tema kami di Kementerian Agama bahwa salah satu hal yang kami gagas sekarang ini adalah eko-teologi,” kata Nasaruddin dalam konferensi pers di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Sosok Menteri Agama tersebut menjelaskan eko-teologi merupakan cara pandang keagamaan yang menempatkan alam sebagai mitra kehidupan, bukan sekadar objek eksploitasi. Dalam penjelasannya, Tuhan memiliki sifat kasih sayang yang seharusnya menjadi panutan dan panduan hidup bagi umat manusia.

“Apa yang dimaksud eko-teologi? Jadi eko-teologi itu ada maknanya sangat fundamental. Karena kita sadar bahwa Tuhan itu kan lebih menonjol sebagai feminine God, lebih menonjol sebagai nurture. Nurture itu apa? Lembut, mendidik, mengasuh, membina,” katanya.

Nasaruddin menambahkan, paradigma keagamaan perlu dikembalikan pada misi dasarnya, yakni membangun harmoni dengan alam.

“Tidak mungkin kita bisa menjadi hamba tanpa alam yang sehat. Tidak mungkin bisa menjadi khalifah yang baik tanpa alam yang sehat juga. Nah alam ini punya hak, manusia juga punya hak,” tegasnya.

Konpers Imam Besar Masjid Istiqlal

Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar dalam konferensi pers di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026). tirto.id/M. Irfan Al Amin

Istiqlal Gandeng Hotel Borobudur Layani Jemaah Iktikaf Khusus

Demi menyambut jemaah iktikaf, Nasaruddin menyebut Masjid Istiqlal menggandeng Hotel Borobudur selama 10 hari terakhir Ramadhan.

Program tersebut diberi nama Iktikaf Mumayaz, yang ditujukan bagi jemaah tertentu, termasuk pejabat dan tamu dari luar daerah maupun luar negeri, yang ingin menjalankan iktikaf dengan fasilitas lebih nyaman tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah di Masjid Istiqlal.

“Nah maka itu kita siapkan Hotel Borobudur itu nanti ada salah satu program kita di sini Iktikaf Mumayaz. Jadi iktikafnya itu mumayaz,” ujar Nasaruddin.

Dia menjelaskan, pola pelaksanaannya adalah jemaah tetap beribadah di Masjid Istiqlal, sementara kebutuhan istirahat dan santap sahur difasilitasi oleh pihak hotel.

“Jadi kan mereka makannya mungkin juga tidurnya di Hotel Borobudur, biasanya itu pejabat-pejabat atau orang-orang elite-elite dari daerah atau dari luar negeri,” katanya.

Menurut Nasaruddin, kerja sama ini telah disiapkan secara matang, termasuk penyediaan menu sahur bagi para peserta iktikaf.

“Kami sudah kerja sama dengan Hotel Borobudur bahwa jemaah iktikaf kita yang jumlahnya ratusan itu, itu disuguhi semuanya dengan sahur halalan thayyibah di situ semuanya,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2026 atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto