Menuju konten utama

Mahasiswa 132 Kampus Pilih Wahyu dari Unnes sebagai Pemimpin BEM SI

BEM SI terbelah dua. Versi lainnya menggelar musyawarah nasional di Universitas Nasional dengan kehadiran 36 perwakilan kampus.

Mahasiswa 132 Kampus Pilih Wahyu dari Unnes sebagai Pemimpin BEM SI
Sejumlah mahasiswa dari BEM SI menggelar aksi tolak Omnibus Law di kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta, Jumat (16/10/2020). tirto.id/ Andrey Gromico

tirto.id - Musyawarah Nasional (Munas) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) XlV, memilih Wahyu Suryono Pratama dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai Koordinator Pusat BEM SI periode 2021-2022.

Wahyu Suryono dalam keterangan pers-nya mengatakan, keputusan ini diambil dari voting 132 perguruan tinggi sebagai anggota BEM SI melalui munas.

Wahyu Suryono menyatakan, penunjukan Unnes sebagai Korpus BEM SI 2021 sah secara administratif maupun keanggotaan BEM SI. Ia menolak tegas Munas tandingan yang digelar di Universitas Andalas (Unand) yang diikuti oleh 36 perguruan tinggi.

Dia mengatakan bentuk arogansi panitia munas di Unand yang tidak mengakomodasi forum untuk menampung 18 perguruan tinggi. Berujung pada aksi solidaritas 132 perguruan tinggi kompak untuk walk out dan pada akhirnya menyelenggarakan munas sendiri.

"Musyawarah nasional XlV yang lebih diplomatis dan legal, berlandaskan pada kesepakatan forum dan tata tertib yang berlaku pada musyawarah BEM SI XlV," ucap Wahyu Suryono mengklaim.

Wahyu mengungkapkan 132 perguruan tinggi yang menggelar Munas sendiri ini sudah mengajak 36 perguruan tinggi yang bertahan di Unand untuk ikut dalam munas. Namun ajakan itu tak direspons hingga keputusan sidang forum menetapkan dirinya sebagai Korpus BEM SI periode 2021-2022.

Musyawarah Nasional BEM SI XIV yang diselenggarakan oleh 132 perguruan tinggi menurut dia merupakan musyawarah nasional yang sah dengan narasi persatuan dan non-diskriminatif.

"Tidak lupa, Musyawarah Nasional BEM SI XIV oleh 132 perguruan tinggi secara terbuka mengajak 36 perguruan tinggi yang belum bergabung untuk bergabung dan mengikuti Musyawarah Nasional BEM SI XIV," kata dia.

Namun, sampai Musyawarah Nasional BEM SI XIV yang diselenggarakan oleh 132 perguruan tinggi selesai, tidak ada tanggapan dari pihak 36 perguruan tinggi tersebut..

"Mandat yang diberikan kepada Universitas Negeri Semarang sebagai koordinator pusat dan jajaran koordinator wilayah dan isu lainnya berlandaskan kesepakatan dan hasil musyawarah forum yang terdiri dari 132 perguruan tinggi," ucapnya.

Sehingga, kata Wahyu, bentuk mandat yang diterima oleh koordinator pusat dan jajarannya pada Musyawarah Nasional BEM SI XIV merupakan mandat yang sah dan terlegitimasi oleh 132 perguruan tinggi dari berbagai macam wilayah.

Wahyu menjelaskan 132 perguruan tinggi ini akan terus mengajak dialog bersama 36 kampus versi Unand yang masih enggan bergabung. Wahyu mengajak Aliansi BEM SI sesuai dengan nilai kebersamaan dan persatuan sebagaimana Piagam Persatuan BEM SI XIV.

Baca juga artikel terkait BEM SI atau tulisan lainnya

tirto.id - Politik
Reporter: Antara
Editor: Dieqy Hasbi Widhana