tirto.id - Amerika Serikat (AS) melalui Biro Investigasi Federal (FBI) mengumumkan penyitaan lusinan website yang diklaim sebagai laman web terkait mata-mata Cina. FBI menduga website itu digunakan agen spionase Cina untuk merekrut pejabat AS.
Seturut CNN, FBI mengumumkan hal tersebut pada Rabu (10/6/2026). Dalam pernyataan itu, disebutkan bahwa lebih dari selusin website diduga digunakan untuk merekrut mantan maupun pejabat aktif AS yang memiliki izin keamanan.
FBI juga mengatakan laman web itu menggunakan kedok sebagai website “perusahanan konsultan palsu”. Laman web kemudian dijadikan saluran untuk mengirim informasi sensitif dan rahasia “dengan imbalan pembayaran uang”.
Website-website itu juga disebut FBI mengiklankan lowongan pekerjaan pada posisi-posisi tertentu seperti “analis urusan internasional (jarak jauh),” analis pertahanan, hingga “pekerjaan untuk mantan personel militer”. FBI menyebut ada tujuh orang yang direkrut melalui skema ini.
Setelah direkrut, tujuh orang yang tidak diungkap identitasnya itu kemudian dimintai makalah tentang berbagai subjek spesifik, termasuk hubungan Cina dan AS, Iran hingga konflik Palestina-Israel. Para perekrut juga menekan mereka secara terus menerus untuk mendapatkan informasi orang dalam atau eksklusif.
Dugaan Cina Di Balik Website Mata-mata
FBI meyakini dalang di balik situs web mencurigakan itu adalah Cina. Biro investigasi itu menyebut para operator website — yang semuanya berasal dari luar negeri — telah bertindak “secara sadar atau tidak sadar” atas nama Pemerintah Cina.
Namun, Departemen Kehakiman AS membuat pernyataan pada Rabu bahwa para operator telah “menyangkal keterlibatan pemerintah asing mana pun” dalam operasi mereka. Sementara situs web itu dibayar melalui mata uang kripto dari bank di luar AS.
Meski tidak menjelaskan apakah sudah ada informasi rahasia yang dibagikan dalam skema itu, namun FBI menyebut para operator website telah menggunakan pencurian identitas, foto, dan video yang dihasilkan AI untuk mendapatkan akses ke intelijen sensitif. Hal itu, belum termasuk “pembayaran yang relatif besar untuk laporan penelitian”.
FBI menyebut pembayaran terkait pemberian informasi ke operator laman web yang disita itu telah terjadi. Biro investigasi juga mengetahui adanya sejumlah pembayaran dari rekening dari luar negeri ke sejumlah rekening yang ada di AS.
Penyitaan ini terjadi setelah isu serupa pernah melanda AS pada 2025 lalu. Kala itu, Naval Criminal Investigative Service menuduh ada upaya perekrutan massal pegawai pemerintah federal AS di berbagai lembaga yang di-PHK oleh Donald Trump.
Upaya itu lalu dikategorikan sebagai mencurigakan lantaran menggunakan informasi palsu dalam iklannya. Para pelaku penipuan diduga secara khusus menargetkan mantan pegawai federal AS yang dipecat melalui LinkedIn dengan akun perusahaan palsu.
Lowongan pekerjaan dan jenis pekerjaan yang ditawarkan juga disebut berkaitan erat dengan topik-topik yang menarik bagi Pemerintah Cina. Hal ini dilakukan secara masif di situs-situs pencarian kerja, termasuk LinkedIn dan Upwork.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































