tirto.id - Tim SAR gabungan telah mengetahui lokasi dua jenazah warga negara Singapura yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Namun, proses evakuasi belum dapat dilakukan karena aktivitas erupsi masih berlangsung.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan titik keberadaan dua korban telah ditemukan dalam operasi pencarian yang dilakukan pada Sabtu (9/5/2026).
“Selanjutnya untuk yang dua orang, titiknya sudah kita ketahui. Ya, sekali lagi titiknya sudah kita ketahui. Namun belum bisa dilaksanakan proses evakuasi dikarenakan kendala erupsi yang masih terus berlangsung,” kata Iwan dalam keterangannya, dikutip dari akun Instagram @kantorsar_ternate , Minggu (10/5/2026).
Pada hari yang sama, tim SAR gabungan juga berhasil mengevakuasi satu jenazah dari kawasan Gunung Dukono. Namun, identitas korban masih menunggu proses identifikasi di rumah sakit.
“Alhamdulillah dalam pencarian yang dilaksanakan oleh tim SAR gabungan, melalui Basarnas, TNI, Polri, dan rekan-rekan BPBD serta masyarakat juga membuahkan hasil. Kami berhasil, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu orang. Kami belum bisa memastikan jenazah tersebut siapa. Dan dalam proses identifikasi nanti di rumah sakit,” ujarnya.
Sementara itu, operasi pencarian kembali dilanjutkan pada hari ini, Minggu (10/5/2026). Tim SAR membagi pencarian ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU) dengan cakupan area pencarian sekitar 700 meter persegi.
Iwan mengatakan pencarian dilakukan melalui jalur darat dan udara dengan melibatkan drone milik Basarnas dan Brimob. Sebanyak 103 personel SAR gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut.
“Hari ini merupakan hari kedua melakukan pencarian survivor di sekitaran Gunung Dukono. Hari ini dibagi menjadi 4 SRU, dimana SRU 1, SRU 2, dan SRU 3 akan mencari di sekitar luas area atau search area-nya 700 meter persegi. Dan dilakukan melalui pencarian melalui darat dan udara,” kata Iwan.
Ia menjelaskan, apabila korban ditemukan, tim akan langsung melakukan evakuasi ke posko sebelum dibawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Tubelo. “Jika korban ditemukan ya sudah tentu kita akan evakuasi ke posko dan selanjutnya ke RSUD,” ujarnya.
Menurut Iwan, proses pencarian menghadapi kendala utama berupa aktivitas erupsi Gunung Dukono yang masih terjadi sewaktu-waktu. Karena itu, seluruh personel diwajibkan mengikuti prosedur keselamatan ketat selama operasi berlangsung, dengan tetap berkoordinasi dengan pos pengamatan Gunung Dukono dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi—lembaga di bawah Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Dalam hal ini kita sudah menugaskan safety officer dan berkoordinasi dengan pos pengamatan Gunung Dukono dari PVMBG. Dimana jika terjadi erupsi tim SAR harus kembali ke titik aman,” katanya.
Ia menambahkan, tim SAR harus berpacu dengan waktu ketika kondisi gunung dinilai aman untuk mendekati area kawah. “Ketika situasi dan kondisi aman kita mendekat ke sekitaran kawah. Dan ketika terjadi erupsi kita harus mengamankan semua personel yang melaksanakan pencarian,” ucap Iwan.
Sebelumnya, hingga Jumat (8/5/2026) pukul 18.00 WIT, total 17 pendaki berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Dari jumlah tersebut, tujuh orang merupakan warga negara Singapura dan 10 lainnya warga negara Indonesia (WNI).
Adapun tujuh WN Singapura yang selamat yakni Toh Yu Ming Eugene, Ong Shilin Selene, Phoebe Low Pei Qi, Iris, Venessa Lee, Geraldine Lee, dan Shan De.
Sementara 10 WNI yang berhasil dievakuasi yakni Hairudin Doro, Battiar Bahdar, Yusrin Latif, Ahmad Asmar, Sahrul Asim, Riska Miska Isbar, Fiki Nafila, Sudin Juanga, serta dua pendaki lain yakni Jailan Ayub dan Reza Selang yang kemudian ikut membantu proses pencarian korban.
Dalam data korban yang belum ditemukan, terdapat tiga orang yang terdiri dari dua WN Singapura yakni Heng Wen Qiang Timothy dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid, serta satu WNI bernama Enjel.
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id

































