tirto.id - Misi Artemis II dari NASA atau Badan Antariksa Amerika Serikat bisa ditonton melalui live streaming yang masih berlangsung sampai pendaratan di Bumi pada Jumat (10/4/2026) mendatang.
Setelah 53 tahun sejak berakhirnya era Apollo, umat manusia akhirnya kembali menyapa sisi terjauh Bulan.
Misi NASA Artemis II yang meluncur sejak Kamis (2/4/2026) WIB, sekarang memasuki fase krusial perjalanan kembali ke Bumi setelah sukses melakukan lunar flyby pada Senin (6/4/2026) malam.
Misi tersebut mencatat sejarah baru, membawa empat astronaut melintasi jarak terjauh yang pernah dicapai manusia di ruang angkasa, melampaui rekor legendaris misi Apollo 13.
Link Live Streaming NASA Artemis II
Anda bisa memantau pergerakan kapsul Orion dan melihat rekaman video eksklusif dari orbit Bulan melalui kanal resmi NASA. Berikut detail link live streaming-nya:
- Siaran Langsung Utama:
NASA's Artemis II Live Mission Coverage (Official Broadcast)
- Live di Netflix:
Sementara itu, Christina Koch merupakan spesialis dari NASA yang tercatat sebagai wanita pertama yang terbang menuju Bulan. Adapun Jeremy Hansen berperan sebagai spesialis dari CSA (Kanada) dan menjadi astronaut pertama non-AS terkait misi NASA di Bulan.
Kronologi Misi: Rekor Jarak dan Momen Earthrise
Misi ini dimulai dengan peluncuran roket Space Launch System (SLS) pada Kamis (2/4) dini hari WIB dari Kennedy Space Center, AS. Berikut poin-poin penting perjalanan misi hingga saat ini:
- 6 April 2026 (Puncak Misi)Kru mencapai jarak maksimum 252.760 mil dari Bumi. Mereka melintasi sisi jauh Bulan pada ketinggian sekitar 4.000 mil di atas permukaan.
- Fenomena LangkaPara astronaut menyaksikan langsung Earthset dan Earthrise serta gerhana Matahari total dari balik Bulan.
- Penamaan Kawah
Sebagai bentuk penghormatan, kru mengusulkan nama kawah baru Integrity dan Carroll di wilayah Orientale Basin.
- Status Terkini
Orion sedang dalam fase trans-Earth coast atau perjalanan balik menuju bumi.
Saat mendarat nanti, Kapsul Orion bakal memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi, menggunakan pelindung panas atau heat shield, dan mengembangkan 11 parasut sebelum menyentuh air, untuk kemudian dijemput oleh kapal USS John P. Murtha.
Helikopter MH-60S Sea Hawk dari skuadron Helicopter Sea Combat (HSC) 23 akan membantu NASA dengan merekam dan memantau pergerakan kapsul Orion saat memasuki atmosfer Bumi.
Setelah kapsul mendarat di laut, tim helikopter HSC-23 bakal mengevakuasi para astronaut yang sudah keluar dari kapsul, lalu membawa mereka ke kapal untuk menjalani pemeriksaan.
Adapun setelah itu, para astronaut segera diterbangkan kembali ke daratan.
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id






































