Menuju konten utama

Ledakan SPBE Cimuning Bekasi Rusak 19 Rumah Warga dan Dua Kios

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memastikan bertanggung jawab secara penuh atas dampak yang ditimbulkan akibat ledakan.

Ledakan SPBE Cimuning Bekasi Rusak 19 Rumah Warga dan Dua Kios
Sejumlah petugas pemadam kebakaran Kota Bekasi melakukan pendinginan area permukiman yang terdampak kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning di Mustikajaya, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026). Kebakaran SPBE Cimuning mengakibatkan sebanyak 12 orang mengalami luka bakar serius. ANTARA FOTO/Paramayuda/rwa.

tirto.id - Pemadam Kebakaran dan Penyelamat (Damkarmat) Kota Bekasi mengungkap dampak kerusakan yang terjadi akibat ledakan di Stasiun Pengisian Balk Elpiji (SPBE) Cimuning, tadi malam. Ledakan berujung kebakaran tidak hanya merusak area SPBE, tetapi juga 15 rumah warga.

"15 rumah tinggal di RT 02/RW 003 dan empat rumah tinggal serta dua kios di RT 01/RW 003 (yang terdampak)," kata Plt. Kadisdamkarmat Kota Bekasi, Heriyanto, dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).

Heriyanto mengungkapkan, 19 rumah, dua kios, dan PT Indogas Andalan Kita mengalami kerusakan berat. Luas area SPBE milik perusahaan itu sendiri memiliki luas lahan 2.000 meter persegi.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Idham Kholid, menambahkan bahwa kerusakan juga terjadi di tempat ibadah yang berada di area pemukiman warga sekitar lokasi. Selain itu, ada juga rumah warga yang mengalami kerusakan ringan.

"Rusak ringan pada 10 unit rumah dan satu unit sarana ibadah, mushola," tutur Idham.

Idham menegaskan, kerusakan berat juga terjadi di lapak rongsok, lapak tukang nasi goreng, lapak warung kopi, enak unit truk SPBE, dan tujuh motor. Untuk kerusakan sedang terjadi pada empat kios yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Diketahui, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi menjelaskan kronologi ledakan berujung kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, pukul 21.00 WIB, tadi malam. Api dari ledakan tersebut muncul pertama kali dari bagian gudang penyimpanan gas.

"Berdasarkan hasil identifikasi awal dilapangan sumber api diduga berasal dari bagian gudang penyimpanan gas elpiji," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Idham Kholid, dalam keterangan resmi, Kamis (2/4/2026).

Menurut Idham, dari gudang tersebut kemudian kobaran api dengan cepat merambat dan menghanguskan area tersebut. Area SPBE ini, kata Idham memiliki luas lahan 2.000 meter persegi, dan kebakaran terdapat di hampir semua lokasi.

Dari peristiwa ini, kata Idham, terdapat 12 korban jiwa yang terdampak. Seluruh korban merupakan pegawai di SPBE dan warga sekitar lokasi.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memastikan bertanggung jawab secara penuh atas dampak yang ditimbulkan akibat ledakan hingga kebakaran di area Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional JBB, Susanto August Satria, menyampaikan SPBE yang mengalami ledakan itu, milik swasta sekaligus mitra Pertamina Patra Niaga.

"Kami memohon maaf atas insiden yang terjadi semalam (1/4). Fokus kami tadi memang pada penanganan untuk insiden dan juga memastikan bahwa tidak ada dampak yang meluas," kata Susanto di Bekasi, Kamis (2/4/2026) dilansir dari Antara.

Pihaknya memastikan penanganan seluruh korban luka-luka akibat peristiwa tersebut sepenuhnya dibiayai Pertamina.

"Yang pasti kepada warga yang terdampak, korban yang terdampak maksudnya, kami akan lakukan bahwa penanganan medisnya yang terbaik," ujarnya.

Pihaknya juga memastikan bertanggung jawab atas kerusakan rumah warga sekitar lokasi kejadian. Namun, proses tersebut akan dilakukan setelah pendataan bersama pemerintah setempat.

"Ini kan (renovasi rumah) harus dilihat dulu, kami harus bekerja sama dengan pemerintah setempat mungkin ada RT, RW, lurah, untuk mengirim identifikasi dan kami juga akan lihat kerusakannya seperti apa," katanya.

Pertamina sejauh ini mengonfirmasi terdapat satu pekerja SPBE yang mengalami luka bakar.

Namun, pihaknya masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait dengan jumlah korban lain bersama pengelola SPBE.

Terkait dengan kronologi dan penyebab insiden, Susanto belum dapat memberikan kepastian. Hasil penyelidikan pihak kepolisian serta pengumpulan keterangan dari saksi di lapangan masih ditunggu.

"Jadi kalau kronologi, kami belum bisa memastikan. Karena itu masih harus meminta keterangan dari para saksi, lalu juga dari warga sekitar sini, kami akan mencari keterangan untuk kronologisnya," ucap dia.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Anggun P Situmorang