tirto.id - Kementerian Agama (Kemenag) RI mencatat sebanyak 158.669 jemaah dan petugas haji dari Indonesia telah tiba di Tanah Suci hingga hari ke-27 operasional penyelenggaraan haji.
“Hingga hari ke-27 operasional penelenggaran haji, jumlah jemaah dan petugas haji yang telah tiba di Tanah Suci hingga pukul 21.00 waktu Arab Saudi. Berjumlah 158.669 orang atau 404 kelompok terbang,” ujar Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Akhmad Fauzin, dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Selasa (27/5/2025).
Terkait kartu nusuk atau identitas bagi jemaah Indonesia, Akhmad mengatakan bahwa saat ini sudah tercatat 95 persen atau 185.057 jemaah telah menerimanya, baik haji reguler maupun haji khusus.
“Terkait dengan distribusi kartu nusuk bagi jemaah, tercatat 95 persen atau 185.075 Jemaah Haji Indonesia, baik haji reguler maupun haji khusus, yang telah menerima kartu nusuk,” ujarnya.
Dalam kesempatan lain, Konsul Haji pada KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam, mengatakan bahwa kartu nusuk diterbitkan oleh syarikah penyedia layanan jemaah haji. Hari ini, persentase penerima kartu bertambah satu persen dibanding hari sebelumnya.
“DIbanding satu hari yang lalu, secara prosentase, ada kenaikan 1 persen, dari rata-rata sebanyak 94 persen menjadi 95 persen jemaah haji Indonesia di Tanah Suci yang sudah menerima kartu nusuk. Sisa 5 persen dimungkinkan jemaah yang baru tiba. Kami dorong agar mereka bisa segera mendapatkan kartu nusuk,” sebut Nasrullah dalam keterangan resmi.
Pada periode haji tahun ini, PPIH menjalin kerja sama dengan delapan syarikah, yaitu Rifadah, Rawaf Mina, Mashariq Dzahabiyah atau Sana Mashariq, Rifad, Mashariq Mutamayyizah atau Rakeen Mashariq, Dluyuful Bait, Rehlat wa Manafea, dan MCDC.
Nasrullah mengatakan bahwa PPIH Arab Saudi terus berupaya mendorong syarikah untuk melakukan percepatan dalam pendistribusian kartu nusuk dengan sejumlah langkah yang disiapkan, yakni membuat operation room akselerasi distribusi kartu nusuk, menunjuk penanggung jawab proses akselerasi distribusi kartu nusuk pada level sektor dan daker, dan menyiapkan pelaporan digital berbasis kloter.
Sebagai informasi, operasional penyelenggaraan ibadah haji kini terpusat di Makkah Al-Mukarramah. Jemaah haji yang berada di Makkah tengah bersiap mengukuti puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Sementara itu, proses kedatangan jemaah haji Indonesia ke Jeddah lalu Makkah masih akan berlangsung hingga 31 Mei 2025.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































