Menuju konten utama

Opsi Kunci Jawaban Pelatihan Modul Cinta Allah dan Rasul-Nya

Simak contoh soal dan opsi kunci jawaban dalam pelatihan modul "Cinta Allah dan Rasul-Nya" Kurikulum Berbasis Cinta pada 22–28 April 2026.

Opsi Kunci Jawaban Pelatihan Modul Cinta Allah dan Rasul-Nya
Ilustrasi pelatihan. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Opsi kunci jawaban pelatihan modul Cinta Allah dan Rasul-Nya dalam Kurikulum Berbasis Cinta. Simak bentuk soal dan kunci jawabannya di artikel ini.

Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama (Kemenag) menggelar pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada 22–28 April 2026. Di dalamnya terdapat serangkaian materi dan implementasinya dalam pembelajaran.

Tujuan penyelenggaraan pelatihan adalah memberikan pemahaman akan pentingnya menanamkan nilai-nilai cinta dalam pendidikan di madrasah. Kemudian, menyediakan strategi dan langkah-langkah konkrit dalam mengimplementasikan KBC di madrasah.

Tak hanya itu, KBC juga membantu guru dan segenap pemangku kepentingan di madrasah dalam mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran dan interaksi di madrasah.

Pelatihan KBC terbuka bagi PNS dan non-PNS Kemenag, tenaga kependidikan pada madrasah, serta masyarakat umum. Di dalamnya terdapat modul pelatihan yang terdiri dari 8 section atau bagian.

Modul “Cinta Allah dan Rasul-Nya” merupakan materi pertama dalam Pancacinta, section 3 setelah pendahuluan dan filosofi KBC. Setelah 5 materi yang disampaikan dalam Pancacinta, peserta pelatihan akan mendapatkan materi implementasi KBC dalam pembelajaran di section terakhir.

Kunci Jawaban Pelatihan Modul Cinta Allah dan Rasul-Nya

Modul “Cinta Allah dan Rasul-Nya” menjadi materi pertama yang disampaikan dalam pelatihan ini. Setelah mendapat materi, peserta KBC akan melakukan latihan.

Latihan pada modul tersebut terdiri dari 10 soal pilihan ganda. Peserta mendapat kesempatan sebanyak 10 kali pengulangan.

Untuk itu, peserta diminta untuk mengerjakan latihan dengan cermat dan jujur. Passing grade untuk pelatihan ini adalah sebanyak 60.

Berikut ini contoh soal dan kunci jawaban pelatihan modul “Cinta Allah dan Rasul-Nya”:

1. Jika seseorang berkata, “Saya baru menyadari bahwa secangkir teh ini melalui proses panjang yang teratur dan bermanfaat bagi manusia.”

Makna yang paling relevan terkait cinta Allah dari pernyataan tersebut adalah …

a. Allah menunjukkan kasih sayang melalui proses yang memberi manfaat (x)

b. Allah menghadirkan keteraturan yang mendukung kehidupan

c. Allah memberikan kemampuan manusia untuk mengelola alam

d. Allah menciptakan sistem yang dapat dipahami manusia

2. Seorang individu rajin beribadah karena sangat mengharapkan imbalan surga dan merasa rugi jika tidak mendapatkannya. Dalam KBC, mentalitas beragama seperti ini disebut sebagai …

a. Mode pencinta

b. Mode jalaliah

c. Mode pedagang (x)

d. Mode budak

3. Allah menahan sebagian besar rahmat-Nya untuk diberikan di masa mendatang. Kepada siapakah 99 bagian rahmat tersebut akan dicurahkan?

a. Kepada hamba-hamba-Nya pada hari kiamat kelak (x)

b. Hanya kepada para malaikat yang menjaga surga

c. Kepada seluruh umat manusia tanpa terkecuali di dunia

d.Kepada makhluk-makhluk di planet lain yang belum terjamah

4. Dalam kegiatan kerja bakti membersihkan pantai, beberapa murid beranggapan bahwa kegiatan tersebut hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan wisata. Guru ingin menanamkan kesadaran spiritual tentang hubungan manusia, Tuhan, dan alam. Langkah yang paling mencerminkan nilai tersebut adalah …

a. Memahami bahwa merusak alam sama dengan mencederai manifestasi ciptaan Allah (x)

b. Menjelaskan bahwa pantai yang bersih dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan

c. Memberikan tugas kepada murid untuk mengkaji dampak sampah terhadap ekosistem laut

d. Menugaskan murid membuat poster kampanye kebersihan pantai

5. Sifat jamaliyah Allah yang diterapkan seorang guru di madrasah adalah …

a. Memberikan arahan, bimbingan, dan melaksanakan kesepakatan kepada seseorang yang bersalah (x)

b. Memberikan kesempatan siswa untuk memperbaiki diri

c. Memberikan pujian kepada sesama

d. Selalu memberi hukuman dan marah kepada seseorang yang bersalah

6. QS. Al-Waqi'ah: 65 menyebutkan bahwa Allah mampu menjadikan tanaman hancur. Ketika dalam refleksi tea ceremony muncul kesadaran akan rapuhnya proses yang menghasilkan teh, maka sintesis terhadap hal ini adalah …

a. Hasil yang diperoleh manusia tidak selalu dapat dipertahankan

b. Manusia tidak sepenuhnya menguasai hasil dari usahanya

c. Ketergantungan hasil pada kehendak Allah menunjukkan kasih sayang-Nya yang perlu disyukuri (x)

d. Proses kehidupan memiliki kemungkinan gagal

7. Nabi Muhammad SAW sering disebut sebagai “Nabiyyurrahmah” yang membawa ajaran “Rahmatan Lil Alamin”. Apa cakupan dari sifat kasih sayang tersebut menurut penjelasan dalam materi?

a. Bentuk kasih sayang yang diberikan Tuhan hanya kepada mereka yang mau mempelajari Islam secara tuntas.

b. Kasih sayang yang ditujukan khusus kepada manusia yang beriman agar mendapatkan perlindungan Tuhan.

c. Sifat kasih sayang yang diutamakan bagi kaum yang lemah dan tertindas untuk menegakkan keadilan.

d. Manifestasi kasih sayang yang meliputi seluruh aspek kehidupan, termasuk manusia, binatang, dan alam semesta. (x)

8. Jalaliyah dan jamaliyah adalah dua sisi sifat Allah yang saling melengkapi. Dalam konteks Cinta Allah, sintesa terhadap hal ini dapat dipahami bahwa ...

a. Keduanya menunjukkan kesempurnaan sifat Allah

b. Jamaliyah menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan cinta tanpa menghilangkan kesadaran akan jalaliyah (x)

c. Keseimbangan keduanya membangun pemahaman yang komprehensif

d. Jalaliyah membentuk rasa takut, jamaliyah membentuk harapan

9. Sering kali kita menikmati secangkir teh tanpa menyadari proses panjang di baliknya. Apa kekeliruan utama manusia saat berinteraksi dengan fenomena keseharian seperti meminum teh?

a. Kurangnya penghargaan terhadap petani yang menanam benih teh tersebut

b. Ketidakmampuan manusia dalam merekayasa teknologi pertanian yang lebih efisien

c. Menganggap proses tersebut terjadi secara mekanis tanpa campur tangan Allah (x)

d. Terlalu fokus pada kenikmatan rasa teh sehingga melupakan kesehatan

10. Seorang guru ingin mengajarkan tentang kewajiban salat kepada murid-muridnya dengan pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Manakah langkah yang paling tepat untuk menggeser paradigma dari sisi Jalaliah ke sisi Jamaliah Allah?

a. Menjelaskan bahwa salat adalah bentuk syukur dan sarana berkomunikasi dengan Allah yang Maha Pengasih (x)

b. Menceritakan kehebatan Allah dalam menciptakan alam semesta agar murid merasa takut dan tunduk

c. Menekankan bahwa meninggalkan salat akan berakibat pada siksaan api neraka yang sangat pedih

d. Memberikan poin pelanggaran bagi setiap murid yang terlambat melaksanakan salat berjamaah

Pembaca dapat mengakses artikel mengenai contoh soal lainnya melalui tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel Contoh Soal

Baca juga artikel terkait CONTOH SOAL atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - Edusains
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Beni Jo