Menuju konten utama

Kumpulkan Kades Banyuwangi, Gus Ipul: Biar Bansos Tepat Sasaran

Hingga awal Oktober, tercatat lebih dari 250 ribu warga Banyuwangi sudah mendaftar dalam uji coba digitalisasi bansos.

Kumpulkan Kades Banyuwangi, Gus Ipul: Biar Bansos Tepat Sasaran
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam acara Dialog Pilar Sosial, Camat, Lurah/ Kepala Desa Bersama Menteri Sosial di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, Kamis (2/10/2025) malam. FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan langkah pemerintah untuk memperkuat tata kelola bantuan sosial (bansos) agar lebih transparan, cepat, dan tepat sasaran. Hal ini ia sampaikan dalam acara Dialog Pilar Sosial, Camat, Lurah/Kepala Desa yang digelar di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, Kamis (2/10/2025) malam.

Menurut Gus Ipul, reformasi penyaluran bansos tengah digarap bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) melalui digitalisasi berbasis Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos). “Inilah yang sekarang sedang diperbaiki, diperkuat, dibuat konsep oleh DEN menggunakan sistem dan membangun satu platform digital. Intinya mengurangi orang ketemu orang, menghindari penyimpangan,” ujarnya.

Perlinsos terhubung dengan berbagai basis data pemerintah, mulai dari Dukcapil, BPJS Kesehatan, BPN, hingga Samsat. Melalui mekanisme ini, data penerima manfaat akan diverifikasi secara otomatis oleh sistem. “Jadi ketika kepala desa menginput nama-nama yang layak dapat bansos, nanti yang menyeleksi sistem. Sistem ini terhubung dengan seluruh data yang dimiliki oleh pemerintah,” jelas Gus Ipul.

Banyuwangi dipilih sebagai lokasi uji coba lantaran mewakili beragam kondisi: ada wilayah yang siap secara infrastruktur digital, namun ada juga yang masih terkendala jaringan internet. Uji coba ini, kata Gus Ipul, sekaligus menjadi sarana mengukur keandalan sistem di lapangan.

Hingga awal Oktober, tercatat lebih dari 250 ribu warga Banyuwangi sudah mendaftar dalam uji coba ini. “Uji coba sekarang sudah 250 ribu lebih yang daftar, karena semua diminta daftar. Cukup dengan menggunakan smartphone untuk pakai biometrik,” kata Gus Ipul. Meski begitu, sekitar 70 persen pendaftar masih didampingi relawan atau agen, sehingga ia meminta peran aktif pemerintah desa untuk terus mengedukasi masyarakat agar bisa mendaftar mandiri.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan terima kasih atas kepercayaan pemerintah pusat menjadikan Banyuwangi sebagai lokasi pilot project. “Terima kasih kami bersyukur karena Banyuwangi dijadikan pilot project, walaupun masih banyak tantangan tapi alhamdulillah secara keseluruhan transformasi digital bansos atau Perlinsos bisa berjalan baik,” ujar Ipuk.

Bagus (31), salah satu pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang hadir, menilai Perlinsos memudahkan kerja pendataan. “Sistem ini memudahkan kami mengetahui kondisi masyarakat secara menyeluruh, termasuk rumah tangga desil 1 dan 2 DTSEN, kepemilikan tanah atau bangunan, bahkan perilaku berisiko seperti judi online,” katanya.

Acara ini turut dihadiri Anggota Komisi VIII DPR RI Ina Amania, mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, jajaran pejabat tinggi Kemensos, serta ratusan pilar sosial, camat, lurah, dan kepala desa se-Banyuwangi.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis