Menuju konten utama

Yamal Kibarkan Bendera Palestina: Dikecam Israel, Dibela Spanyol

Lamine Yamal mengibarkan bendera Palestina saat perayaan gelar juara LaLiga 2026 milik Barcelona. Yamal mendapat kecaman Israel, namun dibela PM Spanyol. 

Yamal Kibarkan Bendera Palestina: Dikecam Israel, Dibela Spanyol
Pemain depan Barcelona asal Spanyol bernomor punggung 19 Lamine Yamal merayakan gol penyeimbangnya selama pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara FC Barcelona dan Villarreal CF di Estadi Olimpic Lluis Companys di Barcelona pada tanggal 18 Mei 2025. AFP/MANAURE QUINTERO

tirto.id - Lamine Yamal mengibarkan bendera Palestina saat perayaan gelar juara LaLiga 2025/2026 yang menjadi milik Barcelona. Tindakan tersebut membuat Yamal dikecam oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, karena mengibarkan bendera Palestina.

Israel Katz dalam unggahannya di aplikasi ‘X’, mengatakan bahwa Lamine Yamal telah menghasut kebencian terhadap Israel. Katz juga menyarankan Barcelona sebagai salah satu tim besar di dunia untuk menjauhkan dari hal-hal sensitif.

Namun Lamine Yamal justru mendapat dukungan dari perdana menteri Spanyol saat ini, Pedro Sanchez, yang menyebut bahwa tindakan Yamal merupakan ungkapan solidaritas dengan Palestina yang juga dirasakan oleh warga Spanyol.

Kronologi Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina: DIbela PM Spanyol

Barcelona berhasil memastikan gelar juara Liga Spanyol musim 2025/2026 usai menekuk Real Madrid dengan skor 2-0 pada pekan ke-35 di Stadion Camp Nou. Kemudian pihak klub mengadakan parade juara bersama para fans di kota Barcelona, Spanyol.

Lamine Yamal diketahui mengibarkan bendera Palestina saat perayaan gelar juara LaLiga 2025/2026 milik Barcelona. Yamal mendapatkan bendera tersebut dari suporter yang menghadiri parade juara di jalanan kota Barcelona pada hari Senin (11/5/2026).

Setelah perayaan gelar juara itu, Lamine Yamal juga mengunggah foto dirinya mengibarkan bendera Palestina di akun instagram pribadinya. Hal tersebut juga mengundang berbagai macam respon dari netizen di seluruh dunia.

Tindakan Yamal yang mengibarkan bendera Palestina mendapat kecaman dari Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Dalam sebuah unggahan di X, Katz menyebut bahwa Lamine Yamal telah menghasut kebencian terhadap Israel.

"Saya harap klub besar dan terhormat seperti Barcelona menjauhkan diri dari pernyataan ini dan menegaskan dengan jelas bahwa tidak ada tempat untuk hasutan atau dukungan terhadap terorisme," kata Israel Katz di platform X.

Kendati demikian, Lamine Yamal justru mendapat dukungan dari perdana menteri Spanyol saat ini, Pedro Sanchez, yang dikenal vokal terhadap Israel. PM Pedro Sanchez membalas unggahan Israel Katz dengan menyebut Yamal telah mengungkapkan solidaritas terhadap warga Palestina.

"Mereka yang berpikir bahwa mengibarkan bendera suatu negara adalah 'menghasut kebencian', mereka telah kehilangan akal sehat atau telah dibutakan oleh rasa malu mereka sendiri," tulis Pedro Sanchez di platform X.

"Lamine baru saja mengungkapkan solidaritas dengan Palestina yang dirasakan jutaan warga Spanyol. Alasan lain untuk bangga padanya," tambah Pedro Sanchez.

Sementara pelatih Barcelona, Hansi Flick mengatakan bahwa dirinya tidak nyaman dengan adanya unsur politik di dunia sepak bola. Hansi Flick menuturkan bahwa tindakan tersebut merupakan pilihan dari Lamine Yamal sendiri.

"Saya biasanya tidak suka hal seperti ini. Saya sudah berbicara dengannya. Saya bilang jika dia menginginkan ini, itu keputusannya. Dia sudah cukup umur. Dia berusia 18 tahun." ujar Hansi Flick dikutip dari laman ESPN.

Lamine Yamal menjadi salah satu pemain muda yang tengah bersinar di Barcelona. Lamine Yamal saat ini juga masuk dalam daftar pemain sementara yang akan membela Spanyol di Piala Dunia 2026.

Baca juga artikel terkait LIGA SPANYOL atau tulisan lainnya dari Ahmad Zidan Nahari

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Ahmad Zidan Nahari
Penulis: Ahmad Zidan Nahari
Editor: Oryza Aditama