tirto.id - Duel Persipura Jayapura vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, diwarnai kericuhan pasca laga berakhir. Pendukung tim tuan rumah merasa kecewa karena Persipura gagal kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Hasil Persipura vs Adhyaksa FC di playoff promosi Liga 2 Championship 2025/2026 pada Jumat (8/5/2026), berakhir via skor 0-1. Gol tunggal Adilson Silva di akhir babak pertama mengantarkan Adhyaksa FC promosi ke Super League musim depan.
Setelah laga berakhir, sejumlah suporter melempari perangkat pertandingan dengan botol minuman dan memasuki area lapangan. Kericuhan juga meluas ke area luar stadion, massa membakar sejumlah kendaraan dan menyebabkan situasi kisruh hingga malam hari.
Update terkini pihak kepolisian masih mengamankan lokasi sekitar Stadion Lukas Enembe. Berdasarkan laporan terakhir, 20 mobil dan 7 sepeda motor mengalami kerusakan, serta sejumlah bangunan stadion dirusak oleh massa.
Kronologi Ricuh Persipura vs Adhyaksa FC Liga 2 Championship 2025/2026
Pertandingan Persipura vs Adhyaksa FC berakhir dengan skor 0-1 lewat gol Adilson Silva di menit akhir babak pertama. Atas hasil tersebut, Adhyaksa berhak mendapat tiket promosi ke Super League musim depan.
Sebaliknya, Persipura Jayapura kini harus menunda harapan mereka lolos ke Liga Super, usai terakhir tampil di kompetisi teratas pada musim 2021/2022. Persipura mesti kembali berjuang di Liga 2 Championship 2026/2027.
Kronologi ricuh pasca laga Persipura Jayapura vs Adhyaksa FC di playoff promosi Liga 2 Championship 2025/2026 pada Jumat (8/5/2026), diawali dengan sejumlah pendukung tim tuan rumah yang masuk ke area lapangan setelah laga berakhir.

Sejumlah massa yang merasa kecewa dengan hasil laga melempari wasit pertandingan dan tim Adhyaksa FC dengan benda keras. Selain itu, suporter yang masuk ke area lapangan merusak bangku cadangan pemain dan layar monitor VAR.
Kericuhan juga meluas ke area luar stadion, massa membakar sejumlah kendaraan dan menyebabkan situasi kisruh hingga malam hari. Sampai saat ini, sebanyak 20 mobil dan 7 sepeda motor dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Situasi yang tidak kondusif memaksa perangkat pertandingan dan tim tamu diamankan di area dalam stadion. Bahkan wasit Asker Nadjfaliev asal Uzbekistan yang memimpin laga tersebut sempat tertahan di stadion hingga malam hari karena akses keluar-masuk diblokade massa.
Massa juga merusak sejumlah fasilitas di kawasan Stadion Lukas Enembe seperti pagar pembatas, pos penjaga, dan sejumlah bangunan luar stadion. Pihak kepolisian masih menghitung jumlah kerugian akibat kerusuhan tersebut.
Hingga Sabtu pagi (9/5/2026), kondisi di Stadion Lukas Enembe dilaporkan mulai kondusif. Sisa-sisa kerusuhan masih terlihat jelas di berbagai sudut stadion dan sejumlah pihak keamanan terlihat masih berjaga di lokasi kerusuhan.
Penulis: Ahmad Zidan Nahari
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id































