tirto.id - Sekitar 2.000 koin emas dan perak, dengan nilai mencapai 104.000 dolar AS atau setara Rp1,73 miliar, dicuri dari museum kedua di Perancis pada Minggu (19/10). Pencurian ini terjadi hanya beberapa jam setelah perampokan siang hari di Louvre.
Melansir BBC, kejadian ini berlangsung di House of Enlightenment atau Maison des Lumières, museum yang didedikasikan untuk filsuf Prancis Denis Diderot di Landres, yang terletak di wilayah timur Prancis.
Selain emas dan perak, museum ini juga turut menampilkan berbagai benda yang mencerminkan kemajuan dan inovasi pada abad ke-18. Lantas, bagaimana kronologi pencurian di Museum Maison des Lumières dan koleksi apa saja yang dimilikinya? Simak ulasan selengkapnya.
Kronologi Perampokandi Museum Maison des Lumières Prancis
Kronologi bermula ketika Maison des Lumières baru kembali dibuka pada Selasa (21/10) waktu setempat. Sejumlah karyawan melihat etalase yang telah pecah dan segera membunyikan alarm. Namun, mereka segera menyadari perampokan itu sebenarnya terjadi pada hari Minggu (19/10).
Ribuan koin emas dan perak yang dicuri diduga berasal dari tahun 1790-an hingga 1840-an, yang termasuk dalam koleksi pribadi museum. Koleksi tersebut ditemukan pada tahun 2011 saat dilakukan renovasi di gedung yang saat ini menjadi museum.
Pada bulan lalu, enam bongkahan emas senilai 1,5 juta euro atau setara Rp28,9 miliar berhasil dicuri dari Paris Natural History Museum. Sementara itu, seorang warga Tiongkok berhasil ditangkap di Barcelona saat mencoba membuang emas cair.
Pada September, dua piring porselen Tiongkok dan sebuah vas senilai sekitar 6,55 juta euro atau setara Rp126,4 miliar dicuri dari National Porcelain Museum di Limoges. Hingga kini, barang-barang tersebut belum ditemukan dan belum ada tersangka yang ditangkap.
Perampokan di Louvre, bersamaan dengan insiden lainnya, telah memicu kekhawatiran di Prancis mengenai keamanan di lembaga penyimpanan tersebut yang dianggap lemah.
ProfilMuseum Maison des Lumières
House of Enlightenment atau Maison des Lumières menjadi satu-satunya museum Prancis yang didedikasikan untuk filsuf dan ensiklopedis Denis Diderot, seorang penduduk asli Langres.
Museum ini berlokasi di hôtel particulier Du Breuil de Saint-Germain, bangunan megah dari abad ke-16 hingga ke-18. Museum ini menampilkan kehidupan dan karya Denis Diderot dalam konteks Abad Pencerahan.
Sebagai seorang filsuf dan ensiklopedis, Diderot dikenal cerdas, terbuka, dan berperan besar dalam revolusi intelektual abad ke-18. Diderot juga dikenal sebagai seorang penulis naskah drama, kritikus seni, dan ilmuan.
Diderot sering bertemu dengan sejumlah tokoh besar pada masanya, terutama Jean-Jacques Rousseau, yang juga seorang filsuf asal Prancis dan Permaisuri Rusia Catherine II.
Maison des Lumières memerkan berbagai aspek kehidupan Diderot, termasuk hubungan pribadinya dan perannya dalam penyusunan Encyclopédie. Edisi perdana Encyclopédie serta sejumlah karya penting Diderot dan rekan-rekannya menjadi koleksi museum ini.
Koleksi lain yang dipamerkan berupa paralatan makan Langres, karya para pencetak, jaringan cendekiawan Eropa, dan peran penting korespondensi di abad ke-18. Instrumen dan peta ilmiah juga turut menggambarkan beberapa terobosan di abad ke-18.
Pengunjung juga akan menemukan koleksi patung karya Antoine Besançon, Jean Antoine Houdon, dan Auguste Bartholdi, serta lukisan karya Joseph Vernet, Jean-Baptiste Deshays, Pierre-Jacques Volaire, Gabriel-François Doyen, Hugues Taraval, dan Pierre-Alexandre Wille.
Tirto telah merangkum sejumlah informasi penting mengenai Internasional. Yuk, cek artikel selengkapnya dengan klik tautan di bawah ini!
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id































