Menuju konten utama

Kronologi Penangkapan Teroris di Bekasi

Tim Densus 88 telah melakukan penangkapan terhadap tiga terduga teroris di jalan Bintara Jaya 8 RT4 RW9, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat Kota Bekasi, Sabtu (10/12/2016) pukul 16.00 WIB. Menurut polisi bom tersebut akan diledakkan di Istana Merdeka saat serah terima Paspampres.

Kronologi Penangkapan Teroris di Bekasi
Ilustrasi robot yang dikendalikan anggota Satuan Khusus Tim Anti Teror Brimob Polda Banten mengevakuasi tas berisi bom dalam simulasi Pemberantasan Teroris di Serang, Banten, Sabtu (19/11). Simulasi digelar untuk meningkatkan kemampuan para personel mengantisipasi ancaman teror bom menjelang pergantian tahun dan Pilkada Serentak 2017. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman.

tirto.id - Tim Densus 88 telah melakukan penangkapan terhadap tiga terduga teroris di jalan Bintara Jaya 8 RT4 RW9, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat Kota Bekasi, Sabtu (10/12/2016) pukul 16.00 WIB. Menurut polisi bom tersebut akan diledakkan di Istana Merdeka saat serah terima Paspampres.

Tiga terduga teroris itu terdiri dari dua pria dan satu perempuan, Nur Solihin, Agus Supriyadi, dan Dian Yulia Novi.

Menurut laporan polisi, pelaku tersebut bertempat tinggal dengan mengontrak di Jalan Bintara Jaya 8 RT 4 RW 9 Kelurahan Bintara Jaya Kecamatan Bekasi Barat Kota Bekasi kontrakan milik Opung Mangun. Mereka tinggal selama lima hari di kontrakan tersebut sebelumnya ditangkap pada sore tadi.

Dari penangkapan itu, polisi mendapatkan barang bukti berupa bom berbentuk rice cooker. Bom saat ini telah ditangani tim Gegana Polda Metro Jaya.

"Bom aktif yang terdapat di lokasi TKP merupakan bom yang akan diledakkan oleh seorang pengantin perempuan," demikian polisi menjelaskan.

Selain itu polisi juga mengamankan barang bukti lain berupa mobil merk Toyota Agiya biru metalik no. pol B-1578 GFX, yang diduga akan digunakan melakukan aksi.

Adapun kronologis penangkapan terduga teroris, versi polisi sebagai berikut:

1. Densus 88 AT melakukan pembuntutan kendaraan Agiya B - 1578-GFX yangg ditumpangi oleh Nur Solihin dari Solo ke Jakarta

2. Setibanya di Jakarta kendaraan yang ditumpangi Nur Solihin Dian Yulia Novi di daerah Pondok Kopi yang membawa sebuah kardus

3. Selanjutnya Dian Yulia Novi diantar ke kantor pos sekitar daerah Bintara.

4. Densus kemudian mengambil kardus tersebut dan ditemukan barang-barang berupa pakaian dan surat wasiat Dian Yuli Novi kepada kedua orangtuanya. Adapun isi surat wasiat tersebut menyatakan kesiapan Dian Yuli Novi untuk melakukan amaliyah.

5. Kemudian dari kantor pos, Solihin yang berperan sebagai kurir, Agus Supriyadi dan Dian Yuli Novi menuju ke kos di Jl. Bintara Jaya VIII Bekasi. Di kos tersebut, Dian Yuli Novi turun dengan membawa sebuah tas ransel warna hitam, masuk ke kamar 104. Lalu Nur Solihin dan Agus Supriyadi pergi meninggalkan rumah kos tersebut. Dan dilakukan pembuntutan terhadap mobil yang mereka tumpangi.

6. Sekitar pukul 15.40 dilakukan penangkapan terhadap Nur Solihin dan Llk Agus Supriyadi di bawah fly over Kalimalang

7. Sekitar pukul 15.50 dilakukan penangkapan terhadap Dian Yuli Novi di kos Jl. Bintara Jaya VIII Rt. 04/09 Kel. Bintara Jaya Kec. Bekasi Barat Kota Bekasi dan ditemukan bom jadi di dalam kamar 104 yang tersimpan di dalam tas ransel warna hitam.

8. Rencananya bom tersebut akan diledakkan di istana negara pada saat serah terima jaga Paspampres

Saat ini sedang dilakukan evakuasi terhadap BB Bom oleh Tim Jihandak Den Gegana Sat Brimob PMJ lumlah 10 anggota Pimp. KompolL Jerol Combotai dan Tim Jihandak dari Den B Gegana Korps Brimob pimpinan Ipda Dwi jumlah 6 anggota.

Baca juga artikel terkait TERORIS BEKASI atau tulisan lainnya dari Agung DH

tirto.id - Hukum
Reporter: Agung DH
Penulis: Agung DH
Editor: Agung DH