Menuju konten utama

KPU Prediksi Penghitungan Suara Pemilu 2019 Hingga Tengah Malam

"Simulasi pertama kami pakai orang lebih dari 400 [per TPS] ternyata tidak selesai, bisa sampai jam 2-3 pagi."

KPU Prediksi Penghitungan Suara Pemilu 2019 Hingga Tengah Malam
Komisioner KPU Pramono Ubaid bersama Komisioner Bawaslu Afifuddin menunjukkan contoh surat suara pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada uji publik desain surat suara Pemilu di gedung KPU, Jakarta, Jumat (14/9/2018). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto.

tirto.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memprediksi penghitungan suara pemilu 2019 bisa berlangsung hingga tengah malam di setiap tempat pemungutan suara (TPS).

Prediksi itu didapat berdasarkan hasil simulasi yang sudah dilakukan KPU RI beberapa waktu lalu. Lamanya waktu penghitungan suara akibat banyaknya surat suara yang harus dihitung nanti.

"Simulasi pertama kami pakai orang lebih dari 400 [per TPS] ternyata tidak selesai, bisa sampai jam 2-3 pagi. Tetapi setelah kami kurangi jumlah pemilihnya [per TPS] itu bisa selesai pada jam 23.20 malam," kata Komisioner KPU RI Ilham Saputra di kantornya, Kamis (27/9/2018).

Agar penghitungan suara bisa selesai di hari yang sama dengan pemungutan, jumlah pemilih di tiap TPS harus berjumlah sekitar 300 orang. Nantinya, penghitungan suara akan dilakukan terlebih dulu untuk hasil pemilu presiden.

Ada 5 surat suara yang akan dihitung saat pemilu nanti. Selain suara pilpres, KPU juga akan merekap hasil pemilihan DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan DPD RI.

Ilham mengaku tak khawatir antusiasme masyarakat berkurang karena penghitungan suara pilpres dilakukan terlebih dulu. Ia yakin masyarakat akan menunggu hingga akhir karena penghitungan suara pemilihan DPRD kabupaten/kota akan dilakukan belakangan.

"Kalau menurut kami malah nanti akan antusias saat pengitungan DPRD kabupaten/kota. Jadi DPRD tingkat dua yang ditunggu karena orang-orang yang dekat dengan mereka itu ya ada di DPRD tingkat dua," katanya.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Lalu Rahadian

tirto.id - Politik
Reporter: Lalu Rahadian
Penulis: Lalu Rahadian
Editor: Maya Saputri