Menuju konten utama

KPU Bantah Data Pemilih Dicuri & Diperjualbelikan Peretas

KPU menjamin data kependudukan yang saat ini dikelola oleh KPU terjamin secara kerahasiaan, termasuk perihal data pemilih.

KPU Bantah Data Pemilih Dicuri & Diperjualbelikan Peretas
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari (ketiga kanan) didampingi Komisioner KPU Mochamad Afifuddin (kedua kiri), Idham Holik (ketiga kiri), Betty Epsilon Idroos (kedua kanan), August Mellaz (kanan), dan Sekjen KPU Bernad Dermawan Sutrisno (kiri) memberikan keterangan dalam konferensi pers perkembangan status pendaftaran partai politik calon peserta Pemilu 2024 di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (16/8/2022). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.

tirto.id - Kepala Divisi Data dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Betty Epsilon Idroos membantah telah terjadi kebocoran data di server lembaganya. Bantahan tersebut diberikan setelah adanya informasi di forum online Breached soal data 105 juta Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diduga berasal dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI bocor.

"Sehubungan dengan beredarnya informasi tentang data yang kabarnya diperjualbelikan di publik. KPU sudah melakukan pengecekan terhadap setiap isi dari elemen data di forum underground tersebut, dan menyatakan bahwa data tersebut bukan bersumber dari KPU," kata Betty dalam rilis tertulis pada Kamis (8/9/2022).

Dirinya menjamin bahwa data kependudukan yang saat ini dikelola oleh KPU terjamin secara kerahasiaan. Termasuk perihal data pemilih.

"Data yang dikelola KPU adalah data yang dijaga dari sisi otentitas, keamanan, dan kerahasiaannya. Termasuk dalam hal ini, data pemilih," jelasnya.

Agar tidak terjadi kebocoran data sebagaimana yang telah dituduhkan, pihak KPU akan bekerjasama dengan Polri terutama dengan Tim Siber Polri.

"Sebagai tindak lanjut terkait hal di atas, KPU akan bekerjasama dengan Kepolisian RI khususnya siber polri untuk mengusut pelaku tersebut," terangnya.

Betty menegaskan bahwa pihaknya tidak segan untuk menuntut pihak yang memperjualbelikan data pribadi yang dicuri dari KPU.

"Pengusutan dan penelusuran dilakukan baik dari sisi penjual ataupun orang yang dengan sengaja membuat seolah-olah merupakan data pemilih Pemilu 2019," tegasnya.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa data pemilih yang tersimpan di KPU dicuri dan diperjualbelikan oleh sebuah akun peretas yang mengaku bernama Bjorka.

Baca juga artikel terkait KEBOCORAN DATA PRIBADI atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Politik
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto