Menuju konten utama

Komisi X DPR Desak Kemenkeu Cairkan Tunjangan Guru dalam Sepekan

Desakan itu menyusul banyaknya kelurahan hari para guru atas tunjangan yang belum dicairkan.

Komisi X DPR Desak Kemenkeu Cairkan Tunjangan Guru dalam Sepekan
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, sedang memberikan keterangan kepada awak media, Senin (21/9/2026). tirto.id/Rahma Dwi Safitri
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Ketua (Waka) Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mendesak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk segera membayarkan tunjangan guru paling telat dalam waktu satu minggu. Apalagi, kata dia, anggaran untuk tunjangan guru sudah tersedia.

"Ya saya berharap paling telat satu minggu harus sudah dikirimkan ke guru-guru kita. Untuk apa ditahan, kan anggarannya sudah ada," kata Lalu kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Dia mengatakan anggaran tunjangan guru telah disepakati dan harus segera dibayarkan karena merupakan hak para guru. Terlebih, kata Lalu, para guru sudah tiga bulan belum menerima tunjangan atas profesi dan sertifikasinya

Lalu juga mengaku telah mendapat banyak kelurahan hari para guru atas tunjangan yang belum dicarikan. Oleh karena itu, dia menyarankan kepada Menteri Keuangan, Suahasil Nazara untuk segera mencairkan tunjangan guru yang sebelumnya telah diajukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Dia mengatakan surat pengajuan memang diberikan kepada Menteri Keuangan sebelumnya. Namun, kata Lalu, Suahasil harus tetap mencari tahu penyebab tunjangan guru ini belum juga dicairkan.

"Kalau Pak Menkeu yang baru belum membaca surat ini, silakan cari. Cari surat ini mandeknya di mana. Yang jelas, guru-guru kita hari ini 3 bulan belum terbayarkan tunjangan profesi atau tunjangan sertifikasinya," tutur Lalu.

Lalu menegaskan jika penyaluran tunjangan guru ini terhambat oleh birokrasi yang berbelit-belit, proses tersebut harus dipangkas agar guru tidak menjadi korban dan bisa segera menerima haknya.

"Kalau memang ini dilaksanakan, kan anggarannya sudah ada. Kalau memang birokrasinya terlalu jelimet, ya tolong potonglah birokrasi ini. Jangan sampai guru-guru kita dikorbankan," tutup Lalu.

Baca juga artikel terkait TUNJANGAN GURU atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama