tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan pembangunan di Papua masih membutuhkan biaya tinggi karena kendala logistik belum teratasi.
AHY mengatakan temuan tersebut diperoleh setelah dirinya menggelar rapat koordinasi dengan enam kepala daerah di tingkat provinsi di Papua.
"Jarak tempuhnya luar biasa dan itulah yang menyebabkan biaya pembangunan, karena biaya logistiknya mahal, maka pembangunan di Papua juga masih sangat mahal," ungkap AHY dalam acara Digital Infrastructure Summit 2026, Senin (12/10/2026).
Menurut AHY, kondisi geografis Papua sangat beragam, mulai dari pegunungan terjal, daerah pesisir, hingga kawasan hutan lebat. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, baik infrastruktur fisik maupun digital.
Sebagai solusi, AHY mendorong penyediaan transportasi multimoda. Menurut dia, sebagai negara kepulauan, Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan jalur darat seperti negara kontinental, antara lain Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia.
"Kita negara kepulauan yang untuk menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya, kita membutuhkan transportasi multimoda yang sama baiknya dengan transportasi di darat," tegas AHY.
Untuk mendukung pembangunan infrastruktur, AHY juga mendorong keterlibatan swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau public-private partnership. Skema tersebut dinilai dapat menjadi sarana untuk menghadirkan pendanaan berkelanjutan.
"Kita butuh investasi, kita perlu mendatangkan para investor dalam dan luar negeri," pungkasnya.
Penulis: Mukhtar Abdullah
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































