Menuju konten utama

AHY Ungkap Biaya Logistik Mahal Hambat Pembangunan Papua

AHY menyebut biaya logistik yang mahal membuat pembangunan Papua berbiaya tinggi. Ia mendorong transportasi multimoda dan investasi swasta.

AHY Ungkap Biaya Logistik Mahal Hambat Pembangunan Papua
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kanan) menyampaikan keterangan pers usai meninjau Posko Penanganan Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (7/9/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan pembangunan di Papua masih membutuhkan biaya tinggi karena kendala logistik belum teratasi.

AHY mengatakan temuan tersebut diperoleh setelah dirinya menggelar rapat koordinasi dengan enam kepala daerah di tingkat provinsi di Papua.

"Jarak tempuhnya luar biasa dan itulah yang menyebabkan biaya pembangunan, karena biaya logistiknya mahal, maka pembangunan di Papua juga masih sangat mahal," ungkap AHY dalam acara Digital Infrastructure Summit 2026, Senin (12/10/2026).

Menurut AHY, kondisi geografis Papua sangat beragam, mulai dari pegunungan terjal, daerah pesisir, hingga kawasan hutan lebat. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, baik infrastruktur fisik maupun digital.

Sebagai solusi, AHY mendorong penyediaan transportasi multimoda. Menurut dia, sebagai negara kepulauan, Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan jalur darat seperti negara kontinental, antara lain Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia.

"Kita negara kepulauan yang untuk menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya, kita membutuhkan transportasi multimoda yang sama baiknya dengan transportasi di darat," tegas AHY.

Untuk mendukung pembangunan infrastruktur, AHY juga mendorong keterlibatan swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau public-private partnership. Skema tersebut dinilai dapat menjadi sarana untuk menghadirkan pendanaan berkelanjutan.

"Kita butuh investasi, kita perlu mendatangkan para investor dalam dan luar negeri," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Mukhtar Abdullah

tirto.id - Flash News
Reporter: Mukhtar Abdullah
Penulis: Mukhtar Abdullah
Editor: Hendra Friana