tirto.id - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, membongkar praktik kecurangan mafia pangan yang mengubah beras biasa menjadi beras fortifikasi palsu untuk mengeruk keuntungan besar. Padahal, kata Amran, stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi melimpah dan gudang-gudang penyimpanan tidak lagi muat.
Modus operandi yang dijalankan para mafia ini adalah dengan mengambil beras biasa berharga murah, lalu melabelinya sebagai beras fortifikasi yang diklaim mengandung vitamin B12 untuk program penanggulangan stunting, ibu hamil, balita, serta masyarakat miskin.
Namun, hasil uji laboratorium di IPB University membuktikan bahwa beras tersebut sama sekali tidak memiliki kandungan vitamin yang dijanjikan, melainkan murni penipuan.
"Itu untuk fakir miskin. Tapi, dijual Rp56.000, palsu, penipuan. Beras biasa. Harganya Rp13.500, tapi dijual Rp56.000. Penipuan dilakukan terhadap rakyat Rp89 triliun untuk tahun ini," kata Amran dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah di Kemendagri, Senin (12/12026).
Amran menyebut bahwa praktik lancung ini dilakukan oleh para konglomerat yang seolah-olah menertawakan upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi.
Menurutnya, rapat-rapat koordinasi pemerintah akan menjadi sia-sia jika para mafia utama di balik layar tidak tersentuh hukum, mengingat selama ini yang sering kali diproses hukum hanya sebatas tingkat direksi, sementara para pemilik utama perusahaan tetap lolos dari jerat hukum.
Dia menjabarkan dengam modus pemalsuan ini, satu truk muatan berkapasitas 10 ton mampu menghasilkan keuntungan ilegal hingga Rp44 juta rupiah dari selisih harga yang sangat timpang.
"Terus orang ini, konglomerat semua ini. 90 persen menipu rakyat Indonesia. Jadi kita rapat, inflasi, ya enggak ada guna. Enggak ada guna. Ini kelakuannya mereka nih.. Ini penipuan, bukan mark up harga. Penipuan,β ucap Amran.
Menyikapi hal tersebut, Kementerian Pertanian telah berkoordinasi secara resmi dengan pihak kepolisian dan kejaksaan, serta menyurati Kapolri agar sindikat mafia pangan ini segera diberantas demi melindungi konsumen dan masyarakat kecil dari kerugian.
βIni bukti bahwa kita dipermainkan oleh orang-orang tertentu. Kan gak bisa menyangkal. Kami kemarin Kejaksaan, kami undang, baru umumkan. Dari kepolisian, kami undang semua,β katanya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id







































