Menuju konten utama

Jemaah Umrah Jadi Korban Serangan Houthi di Bandara Arab Saudi

Serangan Houthi di Bandara Riyadh menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya. Sejumlah jemaah umrah turut terdampak dalam insiden ini.

Jemaah Umrah Jadi Korban Serangan Houthi di Bandara Arab Saudi
Asap dan kobaran api membubung dari Bandara King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada 8 Oktober 2026, setelah kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran menyatakan telah menyerang bandara tersebut; gambar ini diambil dari sebuah video media sosial. Media Sosial/via REUTERS.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Serangan Houthi Yaman di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10/2026) menewaskan dan melukai sejumlah orang, termasuk jemaah umrah yang hendak melakukan perjalanan ke Tanah Suci.

Serangan tersebut menyebabkan sedikitnya 12 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka berdasarkan laporan awal otoritas penerbangan Arab Saudi.

Insiden ini menambah ketegangan konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang berbasis di Yaman. Selain menimbulkan korban jiwa, serangan tersebut mengganggu operasional penerbangan, memicu pengalihan sejumlah pesawat, serta mendorong otoritas setempat mengerahkan tim medis untuk menangani korban. Sejumlah jemaah yang hendak menuju Makkah dan Madinah dilaporkan turut terdampak.

Kronologi Serangan Houthi di Bandara Arab Saudi

Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi. Dalam beberapa hari menjelang insiden pada Sabtu, 10 Oktober 2026, fasilitas penerbangan Arab Saudi dilaporkan menjadi sasaran serangan berulang.

Pada Sabtu, serangan kembali menghantam kawasan Bandara Internasional King Khalid. Insiden tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di antara orang-orang yang berada di area bandara.

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi melaporkan sedikitnya 12 orang tewas dan 309 orang terluka. Sejumlah korban dilaporkan mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan medis.

Di antara orang-orang yang terdampak terdapat jemaah umrah dan pengunjung yang hendak melakukan perjalanan menuju dua kota suci umat Islam, Makkah dan Madinah.

Akun Inside the Haramain, yang memantau perkembangan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, melaporkan melalui platform X bahwa jemaah umrah termasuk di antara korban serangan. Namun, laporan itu tidak merinci jumlah jemaah yang meninggal dunia maupun mengalami luka-luka.

Melansir Gulf News (11/10/2026), dua dokter juga menyampaikan kepada media bahwa beberapa jemaah yang sedang melakukan perjalanan ke Makkah termasuk di antara orang-orang yang terluka ketika menunggu keberangkatan di bandara.

Kehadiran para jemaah di lokasi tersebut membuat insiden ini menjadi perhatian khusus, mengingat bandara merupakan salah satu pintu masuk penting bagi penumpang internasional yang hendak melaksanakan ibadah umrah.

Salah satu korban yang teridentifikasi adalah Mohammed Yousuf Ali, warga negara India berusia 46 tahun asal Mehdipatnam, Hyderabad. Ia berada di Bandara Internasional King Khalid bersama istri dan ketiga anaknya untuk melanjutkan perjalanan menuju Madinah dalam rangka melaksanakan umrah.

Berdasarkan laporan yang dikutip Firstpost dari Indian Express, Yousuf sedang menunggu di dekat kios check-in sekitar pukul 15.00 waktu setempat ketika proyektil menghantam area bandara. Benturan tersebut menyebabkan sebagian atap bandara runtuh dan menimpa dirinya. Yousuf mengalami luka serius dan kemudian meninggal dunia.

Keluarga Yousuf juga menjadi korban dalam insiden tersebut. Istri dan anak perempuannya dilaporkan selamat, sedangkan kedua putranya mengalami luka-luka. Salah satu putranya disebut menjalani operasi akibat cedera pada lutut, sedangkan putranya yang lain mendapatkan perawatan untuk cedera pada kaki. Kerabat perempuan yang turut bersama mereka juga dilaporkan mengalami luka di bagian kepala, tetapi kondisinya disebut tidak membahayakan nyawa.

Selain Yousuf, 11 warga negara India lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dalam serangan tersebut. Kedutaan Besar India di Riyadh menyampaikan bahwa tiga korban dirawat di unit perawatan intensif atau ICU dalam kondisi stabil, dua orang lainnya dirawat di bangsal biasa, sedangkan korban lainnya telah diperbolehkan pulang.

"Saya sangat berduka atas hilangnya nyawa seorang warga negara India dalam serangan di Riyadh. Saya turut berbela sungkawa yang tulus kepada keluarga yang ditinggalkan. Kedutaan Besar akan memberikan semua bantuan yang mungkin diberikan," ucap Menteri Luar Negeri India S Jaishankar di akun X @DrSJaishankar.

Setelah serangan terjadi, otoritas Arab Saudi mengambil langkah darurat dengan menghentikan sementara operasional bandara, mengalihkan penerbangan, dan mengerahkan tim medis untuk menangani korban.

Sejumlah maskapai internasional juga dilaporkan menangguhkan atau membatalkan penerbangan menuju Riyadh akibat situasi keamanan yang belum kondusif. Gangguan tersebut berdampak pada penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan, termasuk mereka yang bepergian untuk menjalankan ibadah umrah.

Pihak koalisi pimpinan Arab Saudi yang terlibat dalam konflik melawan Houthi menuding kelompok tersebut sebagai pelaku serangan dan menyatakan akan memberikan respons tegas.

Houthi juga telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menggunakan kombinasi rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak.

Juru bicara militer mereka, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengatakan bahwa mereka juga menyerang fasilitas minyak dan Bandara Dammam di wilayah timur Arab Saudi.

Houthi juga mengancam akan melanjutkan serangan terhadap sejumlah fasilitas strategis di Arab Saudi, termasuk bandara kecuali bandara di kota suci Makkah dan Madinah.

Baca juga artikel terkait HOUTHI atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra