Menuju konten utama

Serangan Houthi di Bandara Riyadh Arab Saudi Tewaskan 12 Orang

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyatakan seluruh penerbangan dari dan menuju Riyadh kini dialihkan.

Serangan Houthi di Bandara Riyadh Arab Saudi Tewaskan 12 Orang
Asap dan kobaran api membubung dari Bandara King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada 8 Oktober 2026, setelah kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran menyatakan telah menyerang bandara tersebut; gambar ini diambil dari sebuah video di media sosial. Media Sosial/via REUTERS
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya pada Sabtu (10/10/2026).

Serangan tersebut menjadi yang ketiga di bandara ibu kota Arab Saudi itu dalam sepekan terakhir, di tengah meningkatnya konflik antara pemerintah Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran.

Berdasarkan laporan Reuters, Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyebut korban tewas terdiri atas empat warga Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir. Sejumlah korban luka dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Rumah sakit menerima banyak korban yang dievakuasi menggunakan ambulans dan helikopter. Seorang saksi mata di bandara melihat ledakan dan sejumlah orang tergeletak dalam kondisi terluka di dalam gedung. Belasan ambulans juga terlihat menuju lokasi kejadian.

Seorang penumpang yang terluka mengatakan kepada Reuters bahwa ia melihat sesuatu melintas di langit sebelum sebagian atap di dekat gerbang keberangkatan runtuh.

Serangan pada Sabtu itu menjadi yang paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade. Serangan terjadi tanpa peringatan dari sistem peringatan ancaman Saudi.

Dua serangan sebelumnya pada pekan yang sama menewaskan empat orang dan menyebabkan kerusakan parah pada sebuah pesawat komersial Saudi yang sedang terparkir di landasan.

Otoritas penerbangan sipil Saudi menyatakan seluruh penerbangan dari dan menuju Riyadh dialihkan, sementara operasional bandara yang melayani kota berpenduduk sekitar delapan juta jiwa tersebut dihentikan sementara.

Juru bicara media Houthi menyatakan melalui unggahan di media sosial X bahwa kelompoknya telah menutup Bandara Internasional Riyadh. Houthi sebelumnya juga meminta maskapai menghindari wilayah udara Saudi dengan menyatakannya sebagai zona operasi militer.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh mengatakan pihaknya mengetahui adanya serangan dan mengeluarkan imbauan kepada warga negaranya.

“Kedutaan Besar AS sangat menyarankan semua warga negara AS untuk menghindari bandara ini dan daerah sekitarnya,” demikian pernyataan kedutaan yang dikutip Reuters.

Koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang memerangi Houthi di Yaman berjanji akan merespons serangan tersebut. Koalisi itu juga menyatakan sebuah proyektil jatuh di dekat Bandara Internasional King Fahd di Dammam, yang menjadi alternatif penting bagi penerbangan setelah serangkaian serangan di Riyadh.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan pemerintahannya tengah mempertimbangkan kemungkinan bergabung dalam serangan Saudi terhadap Houthi.

“Kami mungkin akan melakukannya. Kami akan mempertimbangkannya. Kami baru saja mengetahui serangan terbaru tersebut, jadi kami akan mengambil keputusan. Kami bergerak sangat cepat,” kata Trump kepada wartawan di luar Gedung Putih, seperti dikutip Reuters.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengecam serangan tersebut. Ia menilai serangan itu menunjukkan pengabaian terang-terangan terhadap keselamatan warga sipil yang tidak bersalah.

Serangan Houthi berlangsung ketika Arab Saudi meningkatkan operasi militernya untuk mendukung pemerintah Yaman yang berupaya merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok tersebut.

Arab Saudi dan pemerintah Yaman mengklaim telah melancarkan ratusan serangan terhadap sasaran di wilayah yang dikuasai Houthi. Kelompok itu menyatakan serangan tersebut menewaskan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Reuters menyatakan tidak dapat memverifikasi secara independen klaim-klaim tersebut.

Pemerintah Yaman memulai operasi militer pekan ini untuk merebut kembali wilayah tersebut. Meski demikian, kemajuan pasukan pemerintah dilaporkan masih terbatas, sementara Houthi mengepung Taiz, kota terbesar ketiga di Yaman.

Serangkaian serangan terhadap Riyadh juga memengaruhi penerbangan menjelang penyelenggaraan konferensi besar di bidang energi dan investasi di ibu kota Saudi. Situs pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan penerbangan menuju Riyadh dialihkan atau dibatalkan.

Sejumlah maskapai sebelumnya telah menangguhkan atau membatalkan penerbangan ke Riyadh setelah serangan pada Kamis dan awal pekan.

Meski demikian, penyelenggara konferensi energi dan investasi menyatakan acara tersebut tetap berlangsung sesuai jadwal sebelum serangan terbaru terjadi.

Baca juga artikel terkait ARAB SAUDI atau tulisan lainnya dari Hanang Septioyudho

tirto.id - Flash News
Reporter: Hanang Septioyudho
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Bayu Septianto