Menuju konten utama

KBRI Riyadh Imbau WNI Waspada Usai Serangan Houthi ke Arab Saudi

KBRI Riyadh mengimbau WNI di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan dan membatasi perjalanan menyusul serangan Houthi di Riyadh.

KBRI Riyadh Imbau WNI Waspada Usai Serangan Houthi ke Arab Saudi
Pejuang Houthi mengikuti unjuk rasa untuk merekrut lebih banyak pejuang di Sanaa pada 7 Oktober 2026. Kelompok Houthi mengklaim telah melancarkan serangkaian serangan terhadap target-target Arab Saudi pada 7 Oktober, termasuk penembakan rudal balistik ke arah bandara Riyadh, di tengah upaya kelompok tersebut memperebutkan wilayah di Yaman melawan pasukan pemerintah yang didukung oleh kerajaan tersebut. foto/AFP
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh-Kerajaan Arab Saudi mengimbau para Warga Negara Indonesia (WNI) untuk meningkatkan kewaspadaan sehubungan dengan perkembangan situasi keamanan terkini di Arab Saudi, Riyadh.

KBRI Riyadh meminta agar para WNI menghindari daerah-daerah yang berpotensi menjadi titik rawan dan membatasi perjalanan yang tidak bersifat esensial.

"Sehubungan dengan perkembangan situasi keamanan terkini di Arab Saudi, KBRI Riyadh mengimbau seluruh WNI agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menghindari daerah-daerah yang berpotensi menjadi titik kerawanan, serta membatasi perjalanan yang tidak bersifat esensial," bunyi imbauan dari KBRI Riyadh yang diunggah melalui akun Instagram resmi @indinesiariyadh, Jumat (9/10/2026).

Para WNI di Riyadh, diminta dapat mengkonfirmasi kembali mengenai status perjalanan kepada maskapai yang bersangkutan sebelum menuju bandara.

KBRI Riyadh berharap, WNI tetap berada di lokasi yang aman, mematuhi arahan otoritas setempat, serta memantau informasi resmi dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan KBRI Riyadh.

Diketahui, serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi kembali terjadi. Pada Kamis (8/10/2026), Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi salah satu sasaran serangan yang diklaim dilakukan kelompok tersebut.

Insiden ini menyebabkan sebuah pesawat komersial milik maskapai nasional Arab Saudi, Saudia Airlines, mengalami kerusakan parah setelah terbakar ketika sedang terparkir di dekat terminal bandara.

Serangan itu merupakan bagian dari eskalasi konflik antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi, di tengah meluasnya ketegangan regional akibat perang Amerika Serikat dan Iran.

Kelompok Houthi mengklaim telah melancarkan serangan rudal ke Riyadh dan memperingatkan masyarakat serta pekerja agar menjauhi fasilitas energi yang mereka anggap sebagai sasaran militer.

Baca juga artikel terkait ARAB SAUDI atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Dipna Videlia Putsanra