Menuju konten utama

Hotspot Sumsel Hari Ini Catat Rekor 1.917 Titik, OKI Terbanyak

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan, hotspot di OKI tembus 1.271 titik yang mayoritas berada di lahan gambut.

Hotspot Sumsel Hari Ini Catat Rekor 1.917 Titik, OKI Terbanyak
Penampakan dari udara lahan terbakar di Pulu Beruang, Kecamatan Tulung Selapan, OKI, Sumsel, Minggu (11/10/2026). FOTO/Manggala Agni
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Titik panas (hotspot) di Sumatra Selatan mencapai 1.917 titik pada hari ini, Senin (12/10/2026). Hotspot terbanyak terpantau berada di kawasan gambut yang terletak di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Sebaran hotspot hari ini merupakan rekor tertinggi sepanjang musim kemarau di Sumsel tahun ini. Bahkan, satu daerah tercatat mendominasi titik panas.

Berdasarkan data dari sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) SiPongi Kementerian Kehutanan, hotspot di OKI berjumlah 1.271 titik yang mayoritas berada di lahan gambut. Sementara itu, hotspot di lahan mineral disebut tidak terlalu banyak.

Kepala Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Sudirman, mengakui banyaknya sebaran hotspot di lahan gambut. Namun, hotspot tersebut merupakan indikasi awal sehingga perlu diverifikasi di lapangan untuk memastikan posisi dan kondisi kebakaran.

"Ya, hari ini hotspot di Sumsel terpantau sangat banyak, mayoritas berada di lahan gambut," ungkap Sudirman, Senin (12/10/2016).

Sudirman memastikan operasi pemadaman karhutla masih dilakukan satgas darat dan udara. Wilayah OKI, Ogan Ilir, Muara Enim, Musi Banyuasin, menjadi fokus penanganan.

"Heli patroli terus memantau situasi, selanjutnya tim satgas darat dan waterbombing bergerak memadamkan api. Kami upakan bisa terkendali," kata Sudirman.

Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) mencatat Kabupaten OKI terpantau paling banyak titik karhutla, seperti di Menang Raya, Riding, Pulu Beruang, dan kawasan Suaka Margadatwa Padang Sugihan, yang telah terbakar sejak lebih dari sebulan.

Dalam proses pemadaman, tim darat mulai kesulitan mencari sumber air karena sungai dan kanal buatan banyak yang kering. Belum lagi material lahan yang kering sehingga api sangat cepat membesar dan merambat.

"Kita masih di lapangan guna memadamkan api, kita upayakan dengan potensi yang ada," kata Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto.

Sementara itu, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Palembang masih dalam level sangat tidak sehat hingga berbahaya. Berdasarkan grafik riwayat konsentrasi partikulat (PM2.5) yang terpantau di Stasiun Talang Betutu Palembang, PM2.5 pada rentan waktu pukul 00.00-08.00 WIB, terpantau 120,6-354 5 mikrogram meter per kubik.

Di sisi lain, pada pukul 09.00-15.00 WIB, PM2.5 berkisar pada 144,7-229,8 mikrogram meter per kubik. Konsentrasi partikulat hari ini cenderung menurun dibanding hari-hari sebelumnya yang menembus 900 mikrogram meter per kubik.

Daftar sebaran hotspot di Sumsel, Senin (12/10/2026):

1. Ogan Komering Ilir: 1.271 titik

2. Musi Banyuasin: 218 titik

3. Banyuasin: 181 titik

4. Muara Enim: 89 titik

5. Ogan Ilir: 55 titik

6. Ogan Komering Ulu Timur: 42 titik

7. Ogan Komering Ulu Selatan: 17 titik

8. Ogan Komering Ulu: 15 titik

9. Musi Rawas: 9 titik

10. Penukal Abab Lematang Ilir: 8 Titik

11. Musi Rawas Utara: 7 titik

12. Lahat: 5 titik

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Andrian Pratama Taher