Menuju konten utama

Komisi IX Harap Pelonggaran Pemakaian Masker Pulihkan Ekonomi

Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay berharap kebijakan ini dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.

Komisi IX Harap Pelonggaran Pemakaian Masker Pulihkan Ekonomi
Saleh Partaonan Daulay. FOTO/ salehdaulay.com

tirto.id - Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi kebijakan pelonggaran pemakaian masker yang telah ditetapkan pemerintah.

Dia berharap kebijakan ini dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dalam upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Di sisi lain, kata Saleh, kebijakan ini sekaligus dapat mengurangi kejenuhan serta kebosanan masyarakat yang diminta memakai masker selama dua tahun terakhir.

"Saya yakin, kebijakan ini sudah melalui evaluasi dan pertimbangan yang matang. Selain penyebaran virus Corona yang sudah turun, pelaksanaan imunisasi yang sudah hampir merampungkan tahap I dan II menjadi pertimbangan.

Apalagi didukung oleh penggalakan vaksin booster yang semakin hari semakin tinggi di tengah masyarakat," ujar Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI itu melalui keterangan tertulis yang diperoleh Tirto pada Rabu (18/5/2022).

Meski begitu, Saleh berharap pelonggaran ini tidak membuat masyarakat menjadi lengah. Protokol kesehatan (prokes) standar harus tetap dipatuhi seperti di tempat-tempat keramaian harus tetap memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan harus tetap dilaksanakan.

"Begitu juga cuci tangan, itu harus menjadi kebiasaan. Sebab, kebersihan anggota tubuh menjadi sangat penting baik di masa pandemi ataupun di masa normal. Kebersihan adalah kunci utama kesehatan. Itu berlaku universal. Karena itu, kebersihan harus tetap dijaga dan digalakkan," sambung dia.

Selain itu, Saleh menyebut bahwa pola makan juga harus tetap dijaga. Pemberian gizi yang baik sangat berimplikasi pada kesehatan dan ketahanan tubuh. Meskipun tidak mahal, tetapi makanan yang dikonsumsi harus diupayakan yang memenuhi keseimbangan gizi. Sosialisasi terhadap hal ini perlu ditingkatkan dan digalakkan oleh pemerintah.

"Saya berharap, bahwa kebijakan terbaru ini dapat membuka pintu untuk mengalihkan kita ke fase endemi. Fase endemi ini tentu bisa dilalui bersama jika ada kesadaran untuk saling menjaga dan saling mengingatkan. Saling menjaga kesehatan, saling mengingatkan agar semua bisa sehat," tutur dia.

Soal adanya isu menuju fase endemi, Saleh mengatakan semua harus bersabar karena ada banyak faktor yang masih perlu dikaji dan didalami. Jika nanti sudah dianggap tepat, status endemi tersebut pasti akan diumumkan.

"Namun, kita tentu diperbolehkan untuk melakukan pelonggaran-pelonggaran. Negara-negara lain juga sudah melakukan hal yang sama," kata dia.

Sebelumnya, pemerintah resmi membolehkan masyarakat untuk tidak lagi menggunakan masker di tempat publik. Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) seusai melihat perkembangan penyebaran COVID-19 di Indonesia.

"Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker. Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang maka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker," kata Jokowi dari Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/5/2022).

Baca juga artikel terkait KEBIJAKAN LEPAS MASKER atau tulisan lainnya dari Farid Nurhakim

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Restu Diantina Putri