Menuju konten utama

Klaim Asuransi Kredit Bengkak hingga Rp16,83 Triliun per Oktober

OJK menyebut potensi klaim tinggi ini dipengaruhi beberapa faktor. Apa saja?

Klaim Asuransi Kredit Bengkak hingga Rp16,83 Triliun per Oktober
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun, Ogi Prastomiyono dalam konferensi pers Peluncuran Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Industri Penjaminan di Jakarta. Selasa (27/8/2024). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio klaim pada lini usaha asuransi kredit mencapai 85,56 persen hingga Oktober 2025 dengan nilai klaim yang dibayarkan mencapai Rp16,83 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menjelaskan per Oktober 2025, pendapatan premi asuransi umum dan reasuransi di lini kredit tercatat sebesar Rp19,67 triliun.

“Rasio tersebut masih mencerminkan potensi tekanan risiko pada lini asuransi kredit,” katanya dalam keterangannya, dikutip Sabtu (27/12/2025).

Menurutnya, potensi klaim tinggi ini dipengaruhi beberapa faktor, seperti kualitas portofolio kredit yang diasuransikan, dinamika ekonomi, serta praktik underwriting dan penetapan tarif pada sebagian produk.

Untuk merespons hal tersebut, OJK mendorong perusahaan asuransi untuk memperkuat disiplin underwriting (pendataan calon nasabah), menerapkan pricing (harga) yang memadai, serta mematuhi ketentuan pencadangan.

"OJK mendorong perusahaan asuransi untuk memperkuat disiplin underwriting, menerapkan pricing yang memadai berbasis perhitungan aktuaria, serta mematuhi ketentuan pencadangan," jelas Ogi.

Selain itu, melalui POJK 20/2023, telah diterapkan mekanisme risk sharing dengan pihak pemberi kredit. Langkah ini bertujuan agar pengelolaan risiko pada produk asuransi kredit menjadi lebih seimbang dan berkelanjutan.

Baca juga artikel terkait ASURANSI atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Anggun P Situmorang