tirto.id - Sunasih, seorang ibu asal Indramayu, Jawa Barat, akhirnya harus berangkat ibadah haji tahun ini tanpa didampingi suami tercinta. Sebab, suami telah menghadap Sang Kholik setahun yang lalu.
Ia sebelumnya mendaftar haji sejak 2013 bersama mendiang suaminya. Namun takdir berkata lain, sang suami mengembuskan napas terakhir pada 2025, setahun sebelum keberangkatan.
“Daftar haji 2013 bareng suami, tapi suami meninggal tahun kemarin (2025)" kata Sunasih di Prince Mohammad bin Abdulaziz International Airport, Rabu (22/4/2026) waktu Arab Saudi.
Sunasih mengatakan kuota haji milik suaminya kini telah dialihkan kepada anaknya. Namun, anaknya baru dijadwalkan berangkat sekira lima tahun mendatang.
“Digantikan oleh anak saya, tapi berangkatnya 5 tahun lagi, berangkat bareng suaminya,” kata dia.
Meski begitu, Sunasih tak kuasa membendung rasa bahagianya. Ia akhirnya bisa menunaikan rukun islam yang ke-5. “Alhamdulillah, senang. Rasanya campur aduk,” ungkapnya.
Meski sang suami tak bisa mendampinginya saat ini, Sunasih tetap bersyukur bisa berangkat. Tak ingin menyia-nyiakan momen ibadah tersebut, Ia akan mendoakan almarhum dari Tanah Suci.
Saat ini, Sunasih berangkat bersama saudara kandungnya, Tarwono, yang juga mengalami hal serupa karena telah ditinggal wafat istrinya pada
2023.
“Daftar bareng Sunasih (tahun 2013), bareng istri juga, tapi meninggal 3 tahun yang lalu, dan sekarang digantikan anak,” ungkap Tarwono.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


































