tirto.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas pernyataannya pada masa awal penanganan bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra.
Hal itu dia sampaikan dalam gelaran rapat kerja (raker) bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
βItu juga awal-awal juga kami salah bicara mungkin, terkesan salah bicara, sehingga banyak dikecam di masyarakat, saya juga minta maaf dan berusaha menarik diri,β ujar Suharyanto dalam rapat.
Suharyanto menegaskan bahwa sejak awal kejadian, BNPB selalu bersiaga di lokasi bencana. Termasuk, koordinasi penanganan darurat bersama kementerian dan lembaga terkait.
Menurutnya, seluruh kebutuhan krusial di lapangan seperti listrik, bahan bakar minyak (BBM), hingga logistik selalu dilaporkan dan dikoordinasikan melalui BNPB sebagai pemimpin penanganan darurat.
"Secara senioritas para pejabat itu di atas kami, tapi mereka mengakui bahwa ketika tanggap darurat Kepala BNPB di depan" katanya.
Terkait pembentukan satuan tugas (satgas), Suharyanto mengakui sempat muncul kekhawatiran internal karena satgas tidak sepenuhnya dipimpin langsung oleh BNPB.
Namun, hal tersebut kemudian dijelaskan sebagai kebutuhan struktur yang melibatkan unsur TNI dan Polri dengan penempatan pejabat yang lebih senior.
"Kami juga di internal berpikir kami gagal nih, satgasnya enggak BNPB," katanya.
BNPB disebutnya bertanggung jawab atas penanganan hunian sementara (huntara) yang dinilai lebih kompleks dan menantang. Beban kerja tersebut, kata dia, membuat seluruh personel BNPB bekerja dalam kondisi kelelahan.
"Ini juga menjadi besar bagi kami dan seluruh personel kita,β katanya.
Sebagaimana diketahui, Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, sebelumnya menyatakan bahwa banjir di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh relatif terkendali. Situasi di lapangan, kata Suharyanto, tidak mencekam seperti yang digambarkan di medsos.
Namun dia kemudian meminta maaf atas pernyataan itu. Suharyanto mengatakan bahwa situasi di Tapanuli Selatan lebih sulit dari yang dibayangkannya dan ia mengaku terkejut dengan hal tersebut.
Terlepas dari hal tersebut, Suharyanto menegaskan BNPB hadir untuk membantu masyarakat. Dalam agendannya hari ini, Suharyanto mengunjungi Tapanuli Selatan hingga Tapanuli Utara.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id
































