tirto.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pinjaman anggaran dari pemerintah Spanyol untuk meningkatkan kesiapan mitigasi bencana di Indonesia. Hal ini disebutnya akan digunakan untuk menambah anggaran di tahun ini.
"Untuk 2026 kami laporkan bahwa kami juga baru disetujui oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk mendapat pinjaman dari pemerintah Spanyol dengan titik beratnya untuk meningkatkan kesiapan mitigasi bencana BNPB menghadapi bencana hidrometeorologi basah yaitu banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem," ujar Suharyanto dalam rapat bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2026).
Menurut Suharyanto, mitigasi bencana ini sangat diperlukan karena Indonesia belum memiliki teknologi yang mumpuni. Sejauh ini, katanya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hanya memberikan peringatan dini dan belum memberikan imbauan lebih jauh.
"Contoh misalnya, curah hujan di kabupaten Bekasi, curah hujannya di atas 200 mm, hanya itu saja. Tapi dengan adanya nanti ini sudah akan memberikan informasi peringatan dini kepda pemerintah kabupaten Bekasi bahwa harus mengungsi begitu, kalau tidak mengungsi nanti kampung A, kampung B, kampung C harus menghadapi banjir," jelasnya.
Adapun program mitigasi ini direncanakan untuk disiapkan sampai 2029. Di depan anggota DPR RI, Suharyanto juga mengeluhkan anggaran pencegahan bencana yang dimiliki BNPB terbatas, berkisar hanya Rp17 miliar hingga Rp19 miliar per tahunnya. Sehingga, dia juga meminta persetujuan kepada DPR untuk mendapatkan dana pinjaman dari luar negeri.
Hingga saat ini, BNPB berhasil memperoleh pinjaman luar negeri sebesar Rp949.168.712.486 yang digunakan untuk membangun pusat pengendalian operasi di 34 provinsi dan 30 kabupaten kota.
Selain itu, BNPB juga memanfaatkan dana siap pakai. Dana siap pakai adalah anggaran untuk BNPB ketika terjadi bencana atau saat status bencana masuk siaga darurat dan tanggap darurat.
"Kadang-kadang bencana ini bukan sesuatu yang baru tetapi kejadian yang berulang. Kadang-kadang berulangnya di daerah yang sama. Sehingga ketika daerah itu sudah terjadi bencana, DSP (Dana Siap Pakai) ini kami memanfaatkan juga untuk membangun pencegahan sebagai persiapan menghadapi kemungkinan bencana di masa depan," kata Suharyanto.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































