tirto.id - Kurang dari satu jam, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, sudah balik badan usai berencana hendak melaporkan rencana efisensi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Kamis (11/6/2026).
Pantauan Tirto di Istana, Nanik tiba sekitar pukul 14.20 WIB siang, namun ia buru-buru keluar dari area Istana pukul 14.47 WIB.
Kepada wartawan, Nanik mengaku pertemuannya dengan Prabowo akan dilanjutkan Jumat (12/6/2026) sore. Irit bicara, Nanik hanya menyatakan bahwa rencana efisensi anggaran MBG disambut positif oleh Presiden.
"Senang, senang banget (Presiden)," kata Nanik sambil menuju mobilnya hendak meninggalkan Istana.
Nanik menyatakan, salah satu rencana efisensi adalah melakukan perombakan target sasaran MBG. Misalnya, kata dia, penerima manfaat MBG dari kalangan masyarakat berekonomi mampu akan ditinjau ulang.
"Misalnya gini, anaknya orang-orang kaya, yang kaya (dievaluasi,)" ucap Nanik.
Ia memberikan sinyal bahwa MBG di sekolah-sekolah elite juga akan dikaji ulang. "Yang mampu, yang kaya. Jadi nanti misalnya ya sekolah-sekolah (orang) kaya," imbuh Nanik.
Ketika sampai di Kompleks Istana Kepresidenan mengenakan baju safari dan kerudung gelap, Nanik menyatakan bahwa efisiensi anggaran ini adalah 'kabar gembira'.
Kendati demikian, kehadirannya yang singkat di Istana siang hari ini menandakan pembahasan soal efisensi anggaran MBG belum mencapai final.
Nanik juga tak menjawab saat ditanya wartawan soal target efisensi anggaran untuk program MBG.
"Besok dibahasnya, belum, belum, katanya besok sore," ucap Nanik sambil memasuki mobilnya untuk meninggalkan Istana.
Sesaat sampai di dalam mobilnya, Nanik sempat ditanya wartawan terkait responsnya atas surat yang ditulis salah satu tersangka dugaan korupsi MBG, Sonny Sonjaya, yang ditujukan kepadanya.
Namun Nanik enggan menjawab pertanyaan tersebut, lantas malah menanyakan asal media wartawan yang bertanya soal topik itu. Ia lantas menutup pintu mobilnya sambil berucap: 'sampai bertemu besok'.
"Eh, kamu wartawan (media) mana?," ucap Nanik usai ditanya soal surat Sonny Sonjaya yang ditujukan untuknya.
Di lokasi terpisah, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan tata kelola pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan secepatnya. Ia mengatakan akan ada evaluasi menyeluruh.
"Tadi kan juga udah disampaikan Pak Menko ya. Jadi memang kita menyepakati bersama-sama bahwa kita butuh penataan menyeluruh dari program MBG ini. Kalau bicaranya waktu tentu secepat-cepatnya," kata Pras seusai rapat di kantor Kemenko Pangan, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).
Pras mengungkap terdapat beberapa klaster permasalahan dalam pelaksanaan MBG. Salah satunya klaster penerima manfaat MBG yang perlu ditata ulang.
Ia menyoroti prioritas di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
"Termasuk juga ada peningkatan yang signifikan dalam dua minggu ini berkenaan dengan penerima manfaat untuk istilahnya 3B. Untuk ibu hamil, kemudian ibu yang menyusui, dan balita di bawah lima tahun," ujarnya.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































