tirto.id - Udara dingin yang dirasakan saat musim hujan kerap memancing timbulnya rasa lapar. Ternyata hal ini tidak semata-mata sugesti, melainkan bagian dari respons tubuh.
Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi bakal memasuki musim hujan pada November dan Desember 2026. Seturut informasi dari BMKG (2/10/2026), musim hujan akhir tahun ini akan diawali dari wilayah Sumatra bagian utara, kemudian secara bertahap meluas ke wilayah Indonesia lainnya.
Mengiringi musim hujan, biasanya cuaca bakal terasa lebih dingin hingga membuat rasa lapar sering muncul. Banyak orang yang kemudian akan membuat makanan dan minuman hangat, seperti semangkuk sup atau secangkir cokelat hangat.
Namun demikan, konsumsi makanan berlebihan ternyata juga tidak baik untuk tubuh, meski saat cuaca dingin. Terlebih saat itu orang juga cenderung membatasi gerak tubuh agar tetap hangat.
Lalu, bagaimana tips memilih makanan yang tepat saat cuaca dingin? Simak juga alternatif lain untuk menghangatkan tubuh selain lewat makanan.
Saat Suhu Dingin Tubuh Butuh Energi
Pengeluaran energi dalam tubuh cenderung meningkat saat cuaca dingin di musim hujan. Hal ini turut dijelaskan dalam tulisan Haman dan Blondin berjudul Shivering Thermogenesis in Humans: Origin, Contribution and Metabolic Requirement (2017).
Di sana dijelaskan bahwa sebagai endoterm, manusia yang terpapar lingkungan dingin bisa dikompensasi dengan cara meningkatkan laju termogenesis, untuk mengimbangi panas yang hilang dan mempertahankan suhu tubuh yang stabil.
Mengacu tulisan Mclnnis, dkk. berjudul Human in the Cold: Regulating Energy Balance (2013), manusia memerlukan peningkatan pengeluaran energi untuk mempertahankan suhu inti tubuh yang stabil.

Lebih lanjut, melansir laman Wellbeing and Nutrition, cuaca dingin menyebabkan penurunan suhu tubuh, kemudian mengakibatkan nafsu makan menjadi terstimulasi. Hal ini terjadi karena makan dapat membantu menghasilkan panas internal untuk peningkatan suhu tubuh.
Selama cuaca dingin, tubuh bekerja lebih keras dan menghabiskan lebih banyak energi hanya untuk menjaga tubuh tetap hangat. Maka keinginan untuk makan lebih banyak berasal dari peningkatan alami penggunaan energi.
Selain itu, ketika cuaca dingin laju produksi serotonin lebih rendah daripada hari biasa atau musim panas. Sinar matahari sukar diperoleh saat musim hujan dengan awan mendung, sehingga tubuh tidak memproduksi serotonin maksimal.
Mengutip laman The University of Queensland Australia, serotonin membantu mengatur suasana hati, nafsu makan, termasuk tidur. Ketika kadar serotonin rendah, maka rasa lapar dapat meningkat.
Memilih Makanan yang Tepat saat Cuaca Dingin
Peningkatan rasa lapar saat cuaca dingin jamak terjadi pada tubuh manusia. Namun penting juga untuk memilih makanan yang tepat ketika cuaca dingin.
Pada dasarnya saat cuaca dingin, individu bakal menginginkan makanan hangat. Jika mengacu penjelasan di laman The University of Queensland Australia, penelitian menunjukkan bahwa otak kita mendeteksi cuaca dingin dan mencari makanan hangat.
Bukan tanpa alasan, makanan hangat bisa memberikan rasa nyaman dan hangat. Bentuk makanan ini biasanya adalah jenis makanan yang dicari saat stres, rindu kampung halaman, atau tengah mengalami gejolak emosi.

Keinginan untuk menghangatkan tubuh dan membuat diri terasa nyaman selama cuaca dingin melalui makanan, memang wajar bagi manusia. Jika mengonsumsi lebih banyak energi ketika cuaca dingin, sebagian dari energi bakal digunakan untuk menghangatkan tubuh.
Selain menghangatkan tubuh, kalori ekstra yang dikonsumsi juga bakal disimpan. Masalahnya, jika terjadi surplus kalori yang terlalu banyak, maka tubuh bakal menyimpannya sebagai lemak.
Untuk itu memilih makanan ketika cuaca dingin juga patut diperhatikan. Sebaiknya pilih konsumsi banyak protein, seperti daging, ikan, telur, dan kacang-kacangan, agar tubuh merasa kenyang lebih lama.
Jika khawatir konsumsi berlebih sehingga lebih banyak lemak, pergantian musim adalah waktu yang tepat untuk kembali pada pola makan dengan pilihan makanan sehat. Misalnya, memperbanyak makan sayuran segar dan buah-buahan.
Menghangatkan Tubuh Tak Harus Makan
Kebutuhan membakar energi saat cuaca dingin memang diperlukan untuk menghangatkan tubuh. Itulah mengapa muncul rasa lapar untuk mengonsumsi makanan.
Akan tetapi selain makanan yang mengandung kalori, manusia juga bisa menghangatkan tubuh dengan cara lain. Salah satunya dengan beraktivitas, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.
Berikut sejumlah cara untuk menghangatkan tubuh selain dengan makan, sebagaimana dijelaskan di laman Nourish by WebMD:

Buat Rencana Aktivitas saat Cuaca Dingin
Buatlah daftar kegiatan atau aktivitas yang bakal dilakukan saat cuaca dingin, misal berolahraga ringan. Olahraga tidak hanya membakar kalori, tapi juga memengaruhi zat kimia otak yang berkaitan dengan nafsu makan, sehingga dapat membantu mengontrol seberapa banyak kita makan.Dapatkan Paparan Cahaya Matahari Setiap Hari
Jika memungkinkan, cobalah keluar ruangan saat pagi hari untuk mendapat sinar matahari. Hal ini mungkin sulit dilakukan karena saat musim hujan langit lebih sering mendung. Akan tetapi tidak ada salahnya untuk keluar dan mendapatkan angin segar, agar suasana hati membaik, dan mengurangi keinginan serta waktu untuk makan.Berikan Banyak Pelukan
Ketika cuaca dingin, kenyamanan adalah hal yang paling dicari. Alih mendapatkannya melalui makanan, para ahli berpendapat bahwa berpelukan menjadi salah satu cara untuk mengisi kekosongan tanpa membuat tubuh gemuk.Aktivitas berpelukan bisa dilakukan dengan anak, pasangan, hewan peliharaan seperti kucing atau anjing, saudara, atau tetangga di sekitar yang kita sapa saat keluar rumah.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Oryza Aditama
Masuk tirto.id






































