Menuju konten utama

Kemungkinan, Tidak Semua Korban Lion Air Bisa Ditemukan

24 kantung jenazah hanya berisi potongan tubuh korban, bukan tidak mungkin korban lain tidak akan ditemukan semuanya.

Kemungkinan, Tidak Semua Korban Lion Air Bisa Ditemukan
Petugas gabungan Basarnas dan Polri mengidentifikasi identitas penumpang kapal pasca kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di posko Basarnas, Terminal JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (30/10/2018). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.

tirto.id - Meski pencarian korban kecelakaan pesawat JT 610 masih dilakukan, pihak kepolisian meminta keluarga korban untuk mengerti bahwa belum tentu dapat ditemukan semuanya dan diidentifikasi.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Arthur Tampi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/10/2018). Menurut Arthur, dengan adanya 24 kantung jenazah yang hanya berisi potongan tubuh korban, bukan tidak mungkin korban lain tidak akan ditemukan semuanya.

"Untuk pemahaman kita bersama bahwa pada gilirannya dengan kondisi seperti ini mungkin tidak semua korban bisa kita temukan," tegas Arthur.

Namun Arthur berjanji akan merilis dengan cepat apabila ada kecocokan data antara posko post mortem (data jenazah) dan posko ante mortem (data pihak keluarga).

Setiap hari akan ada rekonsiliasi untuk mencocokan data ini jam 15.00 di posko ante mortem. Rekonsiliasi ini akan berlangsung sekitar dua jam.

"Nah ketika ada, administrasi langsung kita selesaikan dan jenazah kita serahkan pada keluarga melalui perwakilan melalui maskapai yang sudah kita sampaikan harus selalu ada di sini," ucapnya.

Meski hanya potongan tubuh korban yang diserahkan pada keluarga, RS Polri merasa itu sudah cukup apabila identifikasi memang sudah tepat. Yang penting keluarga jangan sampai melihat kondisi tubuh korban.

"Kalau untuk melihat jenazahnya tidak kita sarankan karena kondisi yang seperti itu, daripada nanti trauma psikisnya terlalu besar, kita harapkan setelah kita serahkan tidak dibuka lagi penutup jenazahnya," katanya.

Sementara itu Kepala Basarnas M. Syaugi menyatakan pihak pemerintah sudah bekerja penuh untuk melakukan penyelamatan. Ada 50 penyelam yang diturunkan untuk mencari korban.

"Pencarian sesuai undang-undang itu tujuh hari, setelah tujuh hari apabila belum ditemukan dan masih dimungkinkan itu akan ditambah tiga hari. Setelah 10 hari kita akan analisa ada kemungkinan akan ditemukan ya diteruskan seperti di Palu dan Lombok," ucal Syaugi.

Baca juga artikel terkait LION AIR JATUH atau tulisan lainnya dari Felix Nathaniel

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Irwan Syambudi