Menuju konten utama

Kementerian P2MI Siapkan Sistem Dana Pensiun bagi Pekerja Migran

Pemerintah juga menyiapkan sistem agar penghasilan pekerja migran bisa untuk membeli rumah.

Kementerian P2MI Siapkan Sistem Dana Pensiun bagi Pekerja Migran
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding bersama Dirjen Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Dwi Setiawan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) secara virtual dengan Pemerintah Provinsi New Brunswick, Kanada di Ruang VIP Bandara Minangkabau, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada Selasa (3/6/2025). FOTO/KemenP2MI

tirto.id - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) saat ini sedang melakukan konsolidasi sistem untuk mewujudkan adanya dana pensiun untuk para pekerja migran sebagai salah satu jaminan finansial di masa depan.

"Sekarang kami sedang konsolidasi sistemnya sehingga nanti dari penghasilan para pekerja migran itu otomatis ada yang untuk dana pensiun," kata Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding, di Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (3/6/2025) dilansir dari Antara.

Selain dana pensiun, Karding juga menyampaikan sistem yang disiapkan tersebut juga meliputi penghasilan pekerja untuk membeli rumah. Untuk merealisasikannya Kementerian P2MI telah bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk menyediakan rumah bagi PMI.

"Begitu pula dari penghasilan itu ada yang digunakan untuk modal usaha PMI serta ada untuk dikirim ke keluarganya," ujarnya.

Ia mencontohkan jika seseorang bekerja dengan gaji Rp7 juta, kemudian akan dibuat sistem agar sekitar Rp500 ribu ditabung untuk pensiunnya, proteksi diri yang bersangkutan ke depan, untuk beli rumah dan sebagainya.

Terkait pengelolaan dana pensiun dan lainnya tersebut nanti dapat dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU) yang juga sedang disiapkan oleh Kementerian P2MI.

Secara umum, ia mengatakan kementerian tersebut mendukung semua upaya untuk pemberdayaan para pekerja migran termasuk usulan adanya dana pensiun bagi mereka. Namun, hal itu juga tidak terlepas dari kebutuhan adanya literasi keuangan bagi PMI untuk bijak dalam mengelola keuangan.

"Literasi keuangan itu pada dasarnya juga diberikan sebagai salah satu materi saat pelatihan dalam mempersiapkan mereka sebelum bekerja atau berangkat di luar negeri," tambahnya.

Baca juga artikel terkait PEKERJA MIGRAN INDONESIA

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto