tirto.id - Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir beserta longsor di Distrik Dal dan Distrik Mebarok, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Penyaluran bantuan logistik tersebut dilaksanakan melalui Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Jayapura.
"Kementerian Sosial mengirimkan bantuan logistik kedaruratan melalui Gudang BBPPKS Papua yang selanjutnya didistribusikan kepada warga yang terdampak," kata Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), lewat keterangan tertulis pada Selasa (11/11/2025).
Banjir beserta longsor yang melanda wilayah Distrik Dal dan Distrik Mebarok terjadi pada Sabtu (1/11/2025) pukul 16.00 WIT. Bencana terjadi setelah kawasan itu diguyur hujan ekstrem dengan intensitas sedang hingga lebat. Akibat bencana ini, sebanyak 10 orang dipastikan meninggal dunia dan 13 warga lainnya masih hilang.
Bantuan logistik Kemensos sudah didistribusikan ke Distrik Dal pada Minggu (9/11/2025) dan Senin (10/11/2025). Kemensos mengirim 500 paket makanan siap saji, 504 paket makanan anak, 200 lembar tenda gulung, selimut dan kasur masing-masing 100 lembar, 100 paket family kit, 300 paket sandang dewasa, serta 200 paket sandang bayi. Sementara itu, bantuan untuk korban bencana di Distrik Mebarok disalurkan pada 11-14 November 2025 dengan menyesuaikan keadaan.
Proses pengiriman bantuan agak tersendat karena kendala jalur menuju lokasi bencana yang ekstrem. Menurut Gus Ipul, perjalanan melalui jalur darat dari Distrik Mbua menuju ke Distrik Dal harus ditempuh dengan berjalan kaki dalam waktu 3-4 jam.
Jalur ke lokasi kedua tidak kalah berat. Perjalanan dari Distrik Kuyawage menuju wilayah Distrik Mebarok mesti ditempuh dengan berjalan kaki dalam waktu 2-3 hari. Ditambah lagi, masih ada hambatan lainnya dalam proses pendistribusian bantuan seperti cuaca yang sulit diprediksi dan jaringan telepon seluler maupun internet yang terbatas.
Tak hanya mengirimkan bantuan logistik, Kemensos pun menyediakan bantuan kedaruratan melalui belanja langsung di lokasi yang nanti diberikan ke masyarakat terdampak bencana.
Jenis bantuan belanja langsung untuk Distrik Dal meliputi 500 kg beras, 2.500 bungkus mie instan, 500 botol minyak goreng (1 liter), 50 kg gula, kopi bubuk dan garam dapur masing-masing 50 bungkus, hingga 500 bungkus biskuit.
Untuk Distrik Mebarok, bantuan belanja langsung mencakup 500 kg beras, 2.500 bungkus mie instan, minyak goreng (1 liter) 500 botol, 50 Kg gula, kopi bubuk dan garam dapur masing-masing 50 bungkus, 500 bungkus biskuit, 100 pasang sandang dewasa, 100 paket pakaian anak, hingga 30 lembar tenda gulung.
Data sementara yang diperoleh Kemensos menunjukkan total ada 530 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana ini. Dari jumlah tersebut, 350 KK di antaranya berada di Distrik Dal, dan 180 KK lainnya di Distrik Mebarok.
Akibat banjir dan longsor, korban tewas di dua distrik itu diperkirakan mencapai 23 jiwa, dengan 13 di antaranya masih hilang. Sebanyak 15 korban jiwa berasal dari Distrik Dal dan delapan lainnya di Distrik Mebarok.
Dari 15 korban meninggal dunia di Distrik Dal, 9 telah ditemukan dan sedang diidentifikasi untuk memastikan identitasnya. Adapun 6 korban lain masih dalam proses pencarian.
Untuk 8 korban jiwa di Distrik Mebarok, baru 1 korban yang ditemukan pada hari kejadian. Sebanyak 7 korban lainnya masih dalam proses pencarian karena tertimbun longsor.
Kemensos sampai saat masih menunggu kelanjutan proses asesmen dan pendataan korban terdampak bencana. Data diperkirakan terus berkembang.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id
































