Menuju konten utama

Jelang Lebaran, Kemensos Kejar Bansos Adaptif Korban Bencana

Kemensos mempercepat penyaluran bansos adaptif bagi korban bencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut dengan nilai total lebih dari Rp1 triliun.

Jelang Lebaran, Kemensos Kejar Bansos Adaptif Korban Bencana
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Senin (2/2/2026). FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Sosial (Kemensos) mempercepat penyaluran bantuan sosial adaptif bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara menjelang Idulfitri. Pemerintah menargetkan bantuan yang datanya telah tervalidasi dapat diterima masyarakat sebelum Lebaran.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui PT Pos Indonesia. Hingga kini, Kemensos mencatat lebih dari 67 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) untuk bantuan isian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga dengan total anggaran Rp203,6 miliar. Selain itu, bantuan stimulan ekonomi senilai Rp5 juta per kepala keluarga disalurkan dengan total anggaran Rp339,4 miliar.

Kemensos juga menyiapkan bantuan jaminan hidup (jadup) sebesar Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan bagi lebih dari 248 ribu penerima manfaat. Total anggaran yang disiapkan untuk bantuan jadup ini mencapai Rp335,5 miliar.
Selain bantuan tersebut, pemerintah mengalokasikan santunan ahli waris bagi 1.015 korban meninggal dunia akibat bencana.

Santunan diberikan sebesar Rp15 juta per jiwa dengan total anggaran Rp15,2 miliar. Kemensos juga menyiapkan bantuan kedaruratan senilai Rp110,1 miliar. Secara keseluruhan, total bantuan untuk penanganan bencana di tiga provinsi di Sumatra ini mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan proses penyaluran terus dipercepat agar bantuan dapat diterima masyarakat tepat waktu.

“Ini sedang berproses, mudah-mudahan dalam minggu ini prosesnya bisa lebih cepat lagi, sehingga data-data yang sudah valid dapat disalurkan sebelum Lebaran,” ujar Gus Ipul dalam siaran pers yang diterima tirto pada Selasa (2/4/2026).

Ia menjelaskan, mekanisme penyaluran dilakukan secara berlapis untuk menjamin ketepatan sasaran dan akuntabilitas. Data awal berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kemudian ditetapkan secara by name by address oleh kepala daerah setempat.

Data tersebut selanjutnya ditandatangani oleh kepala kejaksaan negeri dan kapolres sebelum diajukan kepada Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra. Setelah disahkan, data diteruskan ke Kemensos untuk divalidasi sebelum penyaluran dilakukan.

“Nah sekarang sudah kita mulai proses salurkan. Sudah lebih dari 10 persen yang tersalurkan dan kami harapkan terus bertambah. Nanti akan kami sampaikan lagi jika proses penyalurannya sudah hampir selesai,” pungkas Gus Ipul.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis