tirto.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat menjadi penyebab utama melemahnya kinerja industri domestik di kuartal kedua 2025.
Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif mengatakan bahwa mulai dari November 2024 hingga Oktober 2025, penurunan IKI paling parah ada di bulan April 2025 dengan IKI ekspor 52,26, sementara IKI domestik 51,40 poin. Pada bulan sebelumnya, IKI ekspor berada pada poin 53,33 dan IKI domestik mencapai 52,90.
"Ini kalau lihat kinerja industri pada selama satu tahun terakhir, kenapa sempat ada turun ya terutama pada bulan April 2025, kami menduga ada pengaruh dari pengumuman tarif resiprokal Trump," kata Febri saat Konferensi Pers IKI Oktober 2025 di Kantor Kemenperin, Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Selain tarif Trump, pukulan lain di sektor industri juga terjadi akibat banjirnya barang impor yang masuk ke Indonesia, dan memanasnya konflik di Timur Tengah, terutama serangan Iran ke Israel.
"Dan terutama juga kemudian pada Juni 2025 ini mulai naiknya eskalasi perang di Timur Tengah. Pada sekitar bulan Juni 2025 ketika Iran menyerang Israel. Ini adalah periode-periode di mana industri menghadapi tekanan dari gejolak politik dan ekonomi di dunia internasional, itu menekan kinerja industri," ungkap Febri.
Menurut Febri, kondisi tersebut telah menyebabkan distupsi rantai global terutama pada sisi bahan baku dan pengiriman, di mana Laut Merah juga tidak bisa dilintasi oleh kapal logistik akibat perang. "Bahwa rantai pasok global, bahan baku, (semuanya) pengaruh dari perang itu," tuturnya.
Penulis: Natania Longdong
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id

































