Menuju konten utama

Kemenkes: El Nino Bisa Picu Peningkatan Kasus DBD

Kemenkes mencatat hingga minggu ke-22 tahun ini, tercatat kasus DBD di dalam negeri mencapai 35.694 kasus.

Kemenkes: El Nino Bisa Picu Peningkatan Kasus DBD
Petugas melakukan pengasapan atau fogging di salah satu perumahan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (2/12/2021). ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/hp.

tirto.id - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Imran Pambudi menyatakan, kasus demam berdarah berpotensi meningkat seiring dengan prediksi adanya fenomena El Nino tahun ini.

“Ada satu grafik yang menunjukkan kasus-kasusnya yang tinggi akan terjadi pada saat adanya El Nino. El Nino seperti tahun ini kan (ada potensi) El Nino, dan suhunya meningkat,” kata Imran dalam konferensi pers daring yang diikuti reporter Tirto, Senin (12/6/2023).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mewanti-wanti potensi El Nino di Indonesia yang diprediksi mulai dirasakan pertengahan tahun ini.

El Nino sendiri merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normal yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur. Fenomena ini dapat memicu kekeringan dan curah hujan rendah di beberapa wilayah.

“Ada penelitian nyamuk semakin ganas kalau dia berada di suhu yang panas. Jadi frekuensi dia menggigit anak meningkat 3-5 kali lipat di atas 30 derajat,” jelas Imran.

Imran menyatakan hingga minggu ke-22 tahun ini, tercatat kasus DBD di dalam negeri mencapai 35.694 kasus.

Curah hujan minim, kata Imran, membuat genangan air dari hujan sebelumnya menetap dan tidak tersirkulasi.

Genangan ini menjadi tempat berkembang biak (breeding place) nyamuk penyebab demam berdarah tersebut.

“Mungkin seminggu sekali atau 3-4 hari baru hujan. Ada tampungan air di ban bekas, di kaleng-kaleng, di sampah, ini jadi breeding place,” tambah Imran.

Imran juga mewanti-wanti periode akhir tahun yang sering kali menjadi waktu kasus DBD mengalami peningkatan.

“Dari periode 10 tahun terakhir, grafik tinggi pada akhir tahun mulai November naik, kemudian naik puncaknya pada Februari. Ini hubungannya dengan siklus musim hujan,” ucap Imran.

“Jadi kalau musim hujan ada genangan, meningkat kasusnya. Dan tiap tahun seperti ini gambarannya,” sambungnya.

Baca juga artikel terkait DAMPAK EL NINO atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Restu Diantina Putri